Persepsi Akuntan dan pemakai jasa Akuntan Publik Terhadap Sertifikasi Akuntan Publik
Farichah (Adv:Dr.Hadori Yunus.Ak), Dr.Hadori Yunus.Ak
1996 | Tesis | S2 Accounting
Perubahan lingkungan secara global menuntut peningkatan kualitas akuntan publik di Indonesia. Oelh sebab itu, agar kualitas akuntan publik di Indonesia dapat sejajar dengan kualitas akuntan publik di negara-negara maju, seperti USA,Inggris, Belanda, Singapore, dan lain-lain, maka perlu diselenggarakan sertif ikasi akuntan publik, yaitu dengan mengadakan ujian yang harus diikuti oleh para akuntan, yang akan memasuki profesi akuntan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi responden terhadap sertif ikasi akuntan publik yang akan diselenggarakan di Indonesia. Hipotesis penelitian yang diajukan adalah akuntan dan pemakai jasa akuntan publik mempersepsikan sertif ikasi akuntan publik perlu diselenggarakan. Responden dalam penelitian ini adalah akuntan dan pemakai. jasa akuntan publik di Indonesia. Kepada responden tersebut diajukan beberapa pertanyaan mengenai sertif ikasi akuntan publik dengan alternatif jawaban yang telah disediakan, yaitu: "sangat tidak setuju" sampai dengan "sangat setuju", dengan skor jawaban "1" sampai dengan "5". Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan UJl rerata dan uji-F. Uji rerata digunakan untuk menguji rerata skor jawaban responden untuk tujuan generalisasi, sedangkan uji-F digunakan untuk menguji perbedaan rerata antar kelompok.
Berdasarkan hasil analisis uji rerata dapat diketahui
bahwa sertifikasi akuntan publik perlu diselenggarakan di
Indonesia. Sedangkan hasil penelitian tambahan mengungkapkan adanya kecenderungan bahwa:
a.penyelenggara Ujian sertifikasi akuntan publik adalah kerjasama antara IAI, Departemen Keuangan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Alasan yang mendukung adalah belum mantapnya organisasi profesi akuntansi di Indonesia sekarang ini.
b.Ujian sertifikasi akuntan publik dapat diselenggarakan
dalam tiga tahap, yaitu UJ1an akuntansi dasar, ujian
profesional I, dan ujian profesional II dengan tenggang
waktu UJlan dua tahun. Hal ini diperlukan sebagai
pemenuhan proses pematangan praktik akuntan publik.
c. Ujian sertifikasi akuntan publik dapat diselenggarakan di kota-kota: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Ujung Pandang, dan Medan. Alasan yang mendukung adalah di kota kota tersebut banyak terdapat praktik akuntan publik.
Sedangkan alasan pemilihan kota Yogyakarta adalah karena kota tersebut merupakan pusat pendidikan.
d. Ujian sertifikasi akuntan publik merupakan UJlan praktik yang mencakup materi-materi: akuntansi keuangan, auditing, hukum dagang, kode etik akuntan, perpajakan, sistem informasi akuntansi, sistem informasi manajemen, dan manajemen keuangan. Dengan demikian akuntan publik diharapkan dapat menguasai praktik yang terjadi di lapangan.
Global changes that have taken place demand a continuous improvement in the quality - public accountants in Indonesia in response to new challenges that may arise. Therefore, in order to keep up with the standards of quality of public accountants in developed countries such as the USA, Britain, The Netherlands and Singapore, public
accountants in Indonesia will be required to go through a certification procedure by taking a series of xaminations before they enter the profession. The research aims to find out the respondents' view on the certification of public accountants. The hypothesis postulated in this research is that accountants and users of accounting services are in favour of the certification of public accountants. The respondents in this research consisted of accountants and users of public accountants' services in Indonesia. They were asked a number of questions regarding the certification of public accountants with alternative answers provided for them to choose from,i.e., from "strongly disagree" to "strongly agree" with a score range for answers from 1 to 5.Hypothesis testing was done by means of a mean test and an F-test. The former was used to test the average score of respondent' choices for the purpose of generalization, whereas the latter was used to test the difference of averages between groups. Results of the analysis on the mean test indicate the certificaton of public accountants in Indonesia needs to be administered. Additional findings of the research reveal the following tendencies:
a. certifying examinations for public accountants should be jointly conducted by IAI (Association of Indonesian Accountants), the Department of Finance, and the Departemnt of Education and Culture. The reason for this is the fact that the existing organization of the accounting profession is not yet well established.
b. certifying examinations can be administered in three phases, i.e., preliminary examination, professional examination I, professional examination II.These are needed to meet the performance requirement of achieving the desired qualities of public accountants in practice of their profession.
c. certifying examination can be administered in Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Ujung Pandang, and Medan. The choice of these cities is based on their role as practical centres of public accountants. The special reason for Yogyakarta is based on it role as educational centre of the accounting field. certifying examinations should be designed to practical examinations. Materials to be included in the certifying examinations should cover the following areas: financial accounting, auditing, bisnis law, accountants' code of ethics, taxation, accounting information system, management information system, and financial management.
Kata Kunci : sertifikasi akuntan publik,akuntan publik,pemakai jasa akuntan