Analisis Gejala The Week-Of The Month Effect Di Bursa Efek Jakarta
FAKHRUDIN (Adv.: Jogiyanto Hartono, Prof., Dr., M.B.A.), Jogiyanto Hartono, Prof., Dr., M.B.A.
Penelitian-penelitian awal tentang efisiensi pasar modal umumnya menunjukan berlakunya hipotersis pasar yang efisien diberbagai pasar modal, baik dalam tingkatan lemah maupun setengah kuat. Meskipun demikian beberapa penelitian yang lebih akhir menunjukan adanya berbagai anomali tentang efisiensi pasar modal. Dalam penilitian ini ingin diketahui apakah terjadi perbedaan rata-rata return saham antar minggu perdagangan berbeda secara signifikan serta apakah gejala week-of-the-month effect eksis pada return IHSG di Bursa Efek Jakarta periode Januari 2000 sampai dengan Desember 2006.
Data yang digunakan merupakan data sekunder yaitu indeks mingguan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta pada periode bulan Januari tahun 2000 sampai dengan bulan Desember tahun 2006. Data IHSG yang diambil untuk mewakili indeks mingguan adalah IHSG pada hari Rabu atau hari selain hari Senin dan JumÂ’at untuk menghindari masalah potensial dari weekend effect. Untuk menguji hipotesa pertama yang bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi perbedaan distribusi rata-rata return saham antar minggu perdagangan digunakan alat statistik Regresi dengan Variabel Dummy dari program SPSS 13 for windows. Pengujian terhadap hipotesis kedua dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata return saham minggu pertama dibandingkan minggu-minggu lainnya dalam sebulan. Pengujian ini juga dilakukan dengan alat analisis stastik a paired t-test dari program SPSS 13 for windows.
Dari analisis yang dilakukan diperoleh hasil sekaligus kesimpulan bahwa pada return IHSG di Bursa Efek Jakarta periode Januari 2000 sampai dengan Desember 2006 tidak terdapat gejala week-of-the-month effect. Hal ini diketahui dari hasil pengujian hipotesa pertma dimana rata-rata return saham antar minggu perdagangan tidak berbeda secara signifikan, demikian juga pada hipotesis ke dua terdapat perbedaan rata-rata return pada minggu pertama tetap lebih tinggi dibanding dengan minggu-minggu lainnya tetapi tidak berbeda secara signifikan.
The early research about capital market efficiency generally show market efficiency in broad market hypothesis does occur, whether in weaker level or strongest one. Nevertheless some latest research shows variety of anomaly about capital market eficiency. These research also meant to analyze, whether there is significantly diffrences on mutual fund return on a trading week basis, also to analyze the existense week-of-the-month effect on composite index in Bursa Efek Jakarta form January 2000 till Desember 2006.
Data used was secondary data taken from weekly composite index data from Bursa Efek Jakarta from January 2000 till Desember 2006. Composite index data that use for represent weekly index are from composite index on Wednesday or the day except Monday or Friday to avoid potential problem from weekend effect.
To test first hyppthesing, in aim to know whether there any diffrences on mean return distribution occured between trading week, Regression with Dummy Variable test from SPSS 13 for windows being used as statistic tool. A test on second hypothesizing paired t-test on a SPSS 13 for windows software, with a result support second hypothesizing. From obtained result from analysis, concluded over four composite index in Bursa Efek Jakarta form January 2000 till Desember 2006, there are no week-of-themonth effect occured. These can be seen from first hypothesizing result where share/equity mean return between trading week does not differ significantly. These also apply on second hypothesizing where there are diffrence mean return from the first week higher than other weeks but there are no significantly diffrences between them.
Kata Kunci : capital market efficiency, anomaly, week-of-the-month-effect, efisiensi pasar modal.