Laporkan Masalah

ANALISA HUBUNGAN ECONOMIC VALUE ADDED DENGAN RETURN SAHAM DI PASAR MODAL INDONESIA

FAJARUDDIN , MUHAMMAD (Adv.Drs. Ertambang Nahartyo, M.Sc.), Drs. Ertambang Nahartyo, M.Sc.

2015 | Skripsi | S1 Extention - Accounting

Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh James L. Dodd (1996) dan Mike Rousana (1997), yang mencari bukti empirik hubungan antara Economic Value Added (EVA) dengan return saham perusahaan-perusahaan yang go public di pasar modal Indonesia. Permasalan penelitian ini adalah value yang dihasilkan oleh perusahaan yang diukur dengan EVA

memiliki hubungan yang signifikan terhadap return yang diterima oleh investor dalam hal ini pemegang saham.

Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mengukur value yang dihasilkan perusahaan-perusahaan yang go

public di pasar modal Indonesia dan rata-rata return yang diterima pemegang saham, (2) menguji ada tidaknya

hubungan antara EVA dengan return saham perusahaan-perusahaan yang go public di pasar modal Indonesia,

dan (3) menguji signifikansi hubungan antara EVA dengan return saham perusahaan-perusahaan yang go public

di pasar modal Indonesia. Sampel dalam penelitian ini 30 perusahaan. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam

penelitian ini adalah metode purposive randum sampling, artinya sampel dipilih berdasarkan kriteria-kriteria

tertentu. Adapun kriteria yang digunakan untuk menentukan sampel adalah (1) perusahaan yang sudah go

public dan tahun 1994 sampai 31 Desember 1996, (2) perusahaan tersebut menerbitkan laporan keuangan untuk

periode 1994-1996, (3) tahun fiskal berakhir pada 31 Desember, dan (4) terdaftar dalam ILQ 45 waktu pertama

kali diperkenalkan pada masyarakat. Dengan asumsi a = 5% dan 1-tailed test, metodologi analisa yang digunakan dalam penelitian ini dapat dibagi dalam lima tahap. Tahap pertama menghitung nilai EVA (variabel independen) dan return saham(variabel dependen). Nilai EVA perusahaan dihitung untuk setiap perusahaan dan setiap tahun. Sedangkan return saham tiap tahun dihitung dengan merata-ratalcan return bulanan. Tahap kedua adalah menganalisa kenormalan distribusi data, analisa ini berguna untuk menentukan model analisa korelasi yang akan digunakan apakah menggunakan Pearson Product Moment atau Spearman

Rank Corelation. Tahap ketiga menganalisa korelasi variabel independen dan variabel dependen. Tahap keempat

menganalisa signifikansi hubungan variabel independen dan variabel dependen dengan Multi Regression. Tahap kelima atau terakhir adalah melakukan uji hipotesa dengan pengujian F-test. Dan pengujian F-test akan diketahui apakah F-hitung berada pada wilayah Ho atau Ha. Hasil analisa korelasi 0,2966 (1994) dan 0,4785 (1995) menunjukkan terdapat hubungan yang positif sifatnya antara EVA dengan return saham perusahaan-perusahaan yang go public di pasar modal Indonesia. Dan -0,1519 (1996) terdapat hubungan yang negatif sifatnya antara EVA dengan return saham. Namun karena besamya koefisien korelasi semakin menjauhi angka 1 dan -1 maka hubungan antara variabel independen dan dependen dikatakan lemah.

Hasil analisa regresi menunjukkan bahwa 6,031% (1994), 8,934% (1995) dan 2,334% (1996) variasi perubahan variabel dependen dapat diterangkan oleh variabel independen. Artinya hanya 6,031% (1994),8,934% (1995) dan 2,334% (1996) dari variasi perubahan return saham yang dapat dipengaruhi oleh perubahan value yang dihasilkan perusahaan (EVA). Hasil pengujian F-test menunjukkan bahwa besarnya F-hitung adalah 1,79710 (1994), 2,747 (1995)

dan 0,669 (1996) berada dalam wilayah penerimaan Ho. Artinya antara EVA dengan return saham tidak

terdapat hubungan yang signifikan. Berdasarkan basil penelitian mengenai hubungan antara EVA dengan return saham perusahaanperusahaan yang go public di pasar modal Indonesia, dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara EVA dengan return saham perusahaan-perusahaan yang go public di pasar modal Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Pasar Modal Indonesia EVA tidak digunakan oleh pant memegang

saham sebagai alat penilai kinerja perusahaan.

Hasil analisa ini konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh James L. Dodd (1996) dan Mike Rousana (1997). Penelitian serupa juga pernah dilakukan oleh Centrawati (mahasiswa UGM) yang berjudul "Perbandingan Antara Return on Assets dengan EVA terhadap tingkat pengembalian saham" (1998). Secara umum dapat dikatakan bahwa penelitian ini merupakan perbaikan dari penelitian yang dilakukan oleh Centrawati. Perbaikan yang dilakukan mulai dari pendekatan dalam perhitungan EVA sampai pada metode analisa data yang dilakukan. Secara umum basil akhirnya konsisten dengan penelitian ini.

Kata Kunci : economic, value added, return saham, Pasar Modal Indonesia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.