Pengaruh Tekanan dan Tanggungjawab Persepsian pada Penciptaan Budgetary Slack
EVI GREDIANI ( Pembimbing: Slamet Sugiri, Prof., Dr., MBA), Slamet Sugiri, Prof., Dr., MBA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor tekanan ketaatan dan tanggung jawab persepsian apakah memiliki pengaruh terhadap budgetary slack.
Penelitian ini mengembangkan studi Davis et al. (2006) dengan lima karakteristik individual yaitu managemen impresi, komitmen professional, kekuatan tekanan persepsian, perceived decision difficulty, dan gender.
Penelitian ini menggunakan metode laboratorium eksperimen. Penelitian eksperimen ini melibatkan 81 mahasiswa program sarjana dan program Magister Sains Akuntansi FEB UGM Yogyakarta. Hipotesis diuji dengan one sample statistics, ANOVA dan regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipan yang berada di bawah
tekanan ketaatan atasan langsung telah melanggar kebijakan perusahaan dan menciptakan budgetary slack. Hasil penelitian juga mengindikasikan bahwa partisipan yang telah menciptakan budgetary slack merasa kurang bertanggung
jawab atas keputusan mereka dibanding yang tidak membuat slack. Hasil justifikasi keputusan anggaran menunjukkan bahwa mayoritas partisipan yang melakukan budgetary slack karena mematuhi perintah atasan langsung. Sebagian
partisipan menunjukkan bahwa budgetary slack adalah tidak etis.
This research aims to evaluate obedience pressure and perceived
responsibility factor affects with budgetary slack. This research developed Davis
et al. (2006) with 5 characteristic individual are impression management,
professional commitment, perceived pressure strenght, perceived decision
difficulty, dan gender.
This research use experiment laboratory method. 81 respondent
participation in this experiment from undergraduates and the magister sains
program in Accounting of FEB UGM Yogyakarta. Hypotheses were tested using
one sample statistics, ANOVA and multiple regression.
This study indicate that participant with obedience pressure by immediate
superior had violated corpotare policy and creating budgetary slack. This study
also indicate that participant have created budgetary slack and violate corporate
budget policy hold themselves less responsible for their decisions than who did
not make the slack. The results from budget decision justification indicate that a
majority of the participants who did creation of budgetary slack cause to obey
order from immediate superior. Some participants indicate that budgetary slack is
unethical.
Kata Kunci : Tekanan Ketaatan, Tanggung jawab persepsian, Budgetary Slack, Obedience Pressure, Perceived Responsibility