Laporkan Masalah

Valuasi Ekonomi Dampak gas Buang Kendaraan Bermotor Terhadap Kesehatan Masyarakat di Kota Yogyakarta

Evi Gravitiani (Pemb : Prof. Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M.Com), Prof. Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M.Com

2003 | Tesis | S2 Economics

Penelitian tentang valuasi ekonomi polusi udara ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan besarnya biaya kesehatan akibat polusi udara; estimasi keuntungan yang diperoleh karena perubahan kualitas udara dengan penurunan 10 persen dan 25 persen kandungan PMIO dan timbal di udara dengan tingkat kepadatan penduduk di wilayah Kota Yogyakarta dalam sebuah peta.

Metode yag digunakan adalah dose response function dan exposure response function yang diadopsi dari penelitian Ostro (1994) and Cesar (2002). Untuk memetakan kandungan PMIO dan timbal digunakan Sistem Informasi Geografi. Data yang digunakan adalah jumlah dan kepadatan penduduk Kota Yogyakarta; baku mutu PMIO dan timbal untuk Kota Yogyakarta; dan kandungan PMIO dan timbal di udara. Data yang diperlukan untuk melakukan valuasi ekonomi adalah biaya kesehatan Amerika; GNP per kapita Indonesia dan Amerika untuk menghitung rasio paritas daya beli (purchasing power parity); dan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika (kurs). Semua data yang digunakan adalah data pada tahun 2001.

Hasil valuasi ekonomi menunjukkan total biaya kompensasi kesehatan akibat PMIO sebesar Rp 765.676.829.872,- dan timbal sebesar Rp 1.206.795.983.715,-. Dampak yang dapat dihindari karena penurunan 10 persen PMIO di udara sebanyak 54.945.255 kasus dengan keuntungan Rp 859.237.226.135,- dan penurunan persen PMIO sebanyak 114.469.281 kasus dengan keuntungan Rp 1.790.077.554.447,-. Penurunan 10 persen kandungan timbal di udara, dapat dihindari 78.565 kasus dengan keuntungan Rp. 37.510.551.955,- dan penurunan 25 persen timbal sebanyak 196.413 dengan keuntungan Rp. 93.776.379.888,-. Analisis spasial menyatakan bahwa kepadatan penduduk tidak sepenuhnya mempengaruhi kandungan PMIO dan timbal di udara Kota Yogyakarta


The goals of the economic valuation of air pollution are to identify the determinant of health cost; to estimate the benefit from reducing 10 percent and 25 percent of pollutant in the air; and the map of air pollution and density.

This study is using dose response method and exposure response method, adopted from Ostro (1994) and Cesar (2002). Geography Information System was used to mapping air pollution and density. The data are Yogyakarta population and density; PMlO and lead ambient; and PMlO and lead emission. Economic valuation needs data of America's health cost in 2001; America's GNP per capita; Indonesia's GNP per capita (for calculating purchasing power parity); and exchange rate (Rupiah to Amerika's Dollar). All data are in 2001.

Health cost cause PMlO are Rp 765.676.829.872,- and lead are Rp 1.206.795.983.715,-. The impact avoid because reducing 10 percent PMlO in the air are 54.945.255 with benefit Rp 859.237.226.135,- and reducing 25 percent PMJO are 114.469.281 with benefit Rp 1.790.077.554.447,-. Reducing 10 percent lead, can avoid 78.565 impacts with benefit Rp. 37.510.551.955,- and reducing 25 percent lead are 196.413 impacts with benefit Rp. 93.776.379.888. The spasial analysis says that the density is not give full influence to air pollutant in Yogyakarta.

Kata Kunci : valuasi, ekonomi, PM 10, timbal, gas buang kendaraan bermotor, kesehatan, Yogyakarta, Valuation, Economics, PM10, Lead Emission, health.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.