Laporkan Masalah

TINGKAT PERTUMBUHAN OUTPUT DAN KUALITAS LINGKUNGAN AKIBAT PENETAPAN STANDAR LINGKUNGAN (STUDI KASUS PADA INDUSTRI PUPUK INDONESIA)

Erni Febrina Harahap (Adv : Prof. Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M. Com), Prof. Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M. Com

2000 | Tesis | S2 Economics

Pembangunan berkelanjutan merupakan suatu konsep pembangunan yang melibatkan masalah lingkungan di dalamnya. Sehingga interaksi ekonomi tidak hanya menitikberatkan pada pertumbuhan dan aktivitas sector perekonomian saja tetapi juga harus tetap memperhatikan kualitas lingkungan.

Sejak lama Indonesia dikenal sebagai Negara agraris dengan mata pencaharian sebahagian besar masyarakatnya adalah sebagai petani. Pertanian berkaitan dengan kegiatan di luar pertanian, sehingga menjadi serangkaian kegiatan yang terpadu. Salah satu kegiatan yang berkaitan langsung dengan pertanian adalah industry pupuk, yakni sebagai penunjang utama produksi pertanian. Industri pupuk merupakan salah satu industry produk "kotor". Peningkatan industry pupuk berarti meningkatkan terjadinya polusi. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung tingkat pertumbuhan output optimum pupuk dan dampaknya terhadap lingkungan apabila standar lingkungan diperketat.

Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Biro Pusat Statistik, IF PA dari Bank Dunia, Indikator Ekonomi, Statistik Industri Indonesia, dan sumber lain yang relefan. Penelitian akan dianalisis dengan tiga metode, yaitu regresi, input-output, dan programasi linear. Regresi digunakan untuk mengetahui fungsi permintaan, input-output untuk mengetahui efisiensi penggunaan input, juga untuk melihat hubungan keterkaitan antara industry pupuk dengan industry lainnya, menghitung pengaruh perubahan final demand terhadap output, dan untuk mengetahui tingkat polusi yang dihasilkan. Programasi linear digunakan untuk menghitung produksi optimum industry pupuk dengan batasan permintaan, kapasitas produksi, standar lingkungan dan teknologi.

Hasil regresi menunjukkan bahwa standar lingkungan merupakan variabel yang signifikan pada produksi pupuk, demikian pula variable harga dan luas lahan pertanian signifikan di model permintaan pupuk. I-0 menunjukkan industry pupuk memiliki keterkaitan kedepan total lebih tinggi disbanding kebelakangnya. Hasil skenario optimasi menunjukkan bahwa tahun 2000 produksi pupuk tidak mencukupi sehingga harus impor.

Sustainable development is a developing concept that incorporates the problem of the environment. Therefore economic interactions or activities do not only focus on the growth and economic sector activities but also concern to sustainability of environment quality.

Indonesia has been known for quite a long time as an agrarian country which employs a large proportion of people as farmers. Agriculture interlocked with outside agriculture activity, consequently it became a series of integral activity. One of the activity directly interlocked with agriculture is fertilizer industry, as the main supporting agricultural product. Presuming, fertilizer industry is one of "dirty" product industry. The rise of growth fertilizer industry means the rise of pollution. The purpose of this research is to examine the output optimum fertilizer and it's impact on environment quality if environment standard tightened.

The data used in this research is secondary data, taken from Central Statistical Bereau, Industrial Efficiency and Pollution Abatement from World Bank, Indonesian Statistical Industry, Economic Indicator, and other relevant sources. This research will be analyzed in three methods namely ; regression, input-output, and linear programming. Regression is used to know demand function, where as input-output used to know the efficiency using of input, to identify indirect linkage between fertilizer with other industry, to account the impact of final demand changes to the output, and to know the degree of pollutions producing. Finally linear programming is used to determine the output optimum of fertilizer industry with constrains; demand,production capacity, environmental standard, and technology.

The result of regression is environment standard is significant variables on production quantity. The price variables and farm land show the same results of significant on the fertilizer demand model. Meanwhile I-0 show that total forward linkage is bigger than total backward linkage from fertilizer industry. Optimation result show that on 2000 fertilizer production no sufficient so must import.

Kata Kunci : pembangunan berkelanjutan, industry pupuk, kualitas lingkungan, input-output, programasi linear,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.