Analisis Hubungan Antara Persepsi Resiko,Resiko Pasar,dan Variabel Akuntansi Pada Perusahaan Go Public Yang Terdaftar di BEJ
Erna Hidayah ( Adv.Dr.Mas'ud Machfoedz,MBA ), Dr.Mas'ud Machfoedz,MBA
1994 | Tesis | S2 Accounting
Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat empiris, mengenai hubungan antara persepsi resiko, resiko pasar, dan variabel-variabel akuntansi. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui (a) apakah besarnya resiko saham dipengaruhi oleh variabel-variabel akuntansi yang tersaji dalam laporan keuangan emiten, dan (b) apakah pemakaian persepsi resiko sebagai ganti beta saham cukup valid.Ada tiga hipotesa yang diajukan, yaitu (1) diduga ada pengaruh yang berarti dari ketujuh variabel akuntan si terhadap persepsi resiko, (2) diduga ada pengaruh yang berarti dari masing-masing variabel akuntansi terhadap persepsi resiko, dan (3) diduga pemakaian persepsi resiko cukup valid sebagai ganti beta saham. Dugaan ini muncul, karena resiko merupakan salah satu faktor utama yang dipertimbangkan oleh para investor dalam melakukan keputusan investasi. Namun, pada kenya taannya tinggi rendahnya resiko tersebut tidak dapat dilihat secara langsung dari laporan keuangan emiten. Oleh karena itu, ada dugaan bahwa laporan keuangan menyajikan informasi tentang resiko, secara implisit. Ukuran yang biasa digunakan untuk mengetahui tinggi rendahnya resiko saham adalah dengan beta saham. Namun,dalam penelitian ini akan digunakan alternatif ukuran resiko, yaitu menggunakan persepsi resiko, yang didapat dari pandangan atau persepsi para pialang tentang besarnya resiko suatu saham. Variabel akuntansi yang digunakan dalam penelitian ini sesuai dengan yang dipakai oleh Farrelly ,et all., yaitu dividend payout ratio, current ratio, asset size, asset growth, leverage, variability in earnings, dan covariability in earnings. Metode yang digunakan untuk membuktikan hipotesis, adalah metode regresi linier berganda, dengan variable persepsi resiko sebagai variabel dependen, sedang variabel-variabel akuntansi sebagai variabel independen. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 emiten go publik yang terdaftar di BEJ sampai akhir tahun 1990, dan 100 orang pialang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) secara serempak, ketujuh variabel akuntansi tersebut mempunyai pengaruh yang berarti terhadap resiko saham, (2) secara parsial hanya ada tiga variabel akuntansi yang mempunyai pengaruh secara berarti terhadap resiko saham, yaitu current ratio, variability in earnings, dan covariability in earnings, (3) ternyata pemakaian persepsi resiko sebagai ganti beta saham, cukup valid.
This research, which is by nature empirical, deals with the relationship between risk perception, market risks, and accounting variables. The research aims to discover (a) whether the extent of stock risks is determined by the accounting variables presented in emitents' financial reports, and (b)whether the use of risk perception as a subtitute for beta stock is sufficiently valid. For this matter, three hypotheses are put forward, namely (1) the whole seven accounting variables are presumed to have considerable influence upon risk perception, (2) each accounting variable is presumed to have considerable influence upon risk perception, and (3) the use of risk perception as a substitute for beta stock is presumed to be sufficiently valid. These presumptions emerge from the fact that risks are indeed the major factor which investors should put into consideration in making decisions related to investment. However, it is a matter of fact that the magnitude of risks cannot be directly perceived from emitents' financial reports. Therefore it is presumed that such financial reports present some information on the magnitude of risks, though only in an implicit way. The magnitude of stock risk is generally measured by means of beta stock. The present research, however, employs an alternative risk measurement, namely by means of broakers' perception of the magnitude of risk confronting a particular stock. The accounting variables employed in this research are in accordance with the ones used by Farrelly, et all., namely dividend payout ratio, current ratio, asset size, asset growth, leverage, variability in earnings, and covariability in earnings. The methode which is used to testing the hypothe
ses, is multiple linear regression analysis, with the risk perception serves as the dependent variable, while accounting variables serves as the independent variable. This research employs 25 samples taken from emitents which have gone public and enlisted in the Jakarta stock Exchange as of the turn of 1990, and employs 100 samples taken from broakers. Research results reveal that, (1) the whole seven accounting variables to have considerable influence upon risk perception, with R2 is equal to 77,12 %, (2) three from seven accounting variables have significant influence on risk perception, namely current ratio, variability in earnings, and covariability in earnings, (3) the use of risk perception as substitute for beta stock is sufficiently valid.
Kata Kunci : persepsi resiko,resiko pasar,resiko saham,pasar modal