Laporkan Masalah

PENGARUH DEFISIT ANGGARAN BELANJA NEGARA TERHADAP DEFISIT TRANSAKSI BERJALAN INDONESIA 1973 - 1997

Erma Pujiwati (Adv : Drs. A. Budi Purnomo, M.A.), Drs. A. Budi Purnomo, M.A.

1999 | Tesis | S2 Economics

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dari neraca anggaran dan neraca transaksi berjalan di Indonesia. Hampir setiap tahunnya Indonesia memiliki transaksi berjalan yang defisit. Defisit transaksi berjalan yang terus menerus menjadi masalah tersendiri, karena hal itu secara tidak langsung akan memindahkan kekayaan penduduk luar negeri dan memungkinkan untuk mengurangi standar hidup generasi yang akan datang.

Pada tesis ini digunakan model koreksi kesalahan (ECM) untuk menganalisis hubungan antara defisit anggaran belanja negara dan defisit transaksi berjalan.Dalam analisis ekonomika, ECM dapat pula digunakan untuk menjelaskan adanya ketidakseimbangan, dimana fenomena yang diinginkan oleh pelaku ekonomi tidak sama dengan kenyataan yang ada dan perlunya untuk melakukan penyesuaian. Dengan digunakannya ECM dapat mendorong pelaku ekonomi untuk melakukan analisis optimisasi guna tercapainya keseimbangan ekonomi melalui usaha meminimumkan biaya ketidakseimbangan dan biaya penyesuaian.

Variabel yang digunakan untuk menjelaskan hubungan antara deficit anggaran belanja negara dan defisit transaksi berjalan adalah transaksi berjalan (current account = CA), surplus anggaran belanja negara (budget surplus = BS), invesatsi domestik kotor (gross domestic investment = ID) dan produktifitas luar negeri relatif (relative productivity = PR). Transaksi berjalan, investasi domestic kotor dan surplus anggaran belanja negara dihitung berdasarkan prosentase terhadap GNP, dan data yang digunakan adalah data tahunan untuk periode 1973- 1997.

Hasil estimasinya menunjukkan bahwa dalam jangka pendek meningkatnya defisit anggaran belanja negara akan menyebabkan meningkatnya transaksi berjalan, tetapi dalam jangka panjang kedua variabel ini secara signifikan tidak berhubungan. Variabel yang mempengaruhi defisit transaksi berjalan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang adalah tingkat produktifitas luar negeri relatif Indonesia, yang memiliki hubungan yang positif. Dimana meningkatnya

produktifitas relati f akan memperbaiki transaksi berjalan Indonesia.

The objective of this thesis is to analyze the relationship of the budget balance and the current account balance in Indonesia. In most years, Indonesian countries have been experiencing current account deficits. Persistent current account deficit is troublesome since they imply a transfer of wealth to foreigners and possibly a reduction in the future generations living standards.

In this thesis using error correction model (ECM) to analyze the relationship of the government budget deficits and current account deficits. The ECM can be motivated by optimizing behavior of economic agents in the presence of disequilibrium in the economy. In this case, the agents need to optimize subject to a separate disequilibrium and adjustment cost. The disequilibrium cost is the cost associated with being out of long run equilibrium, whereas the adjustment cost is the cost associated with changes in the variables in question. Four variables were used to explaining two deficit in this research.

The variables are current account, the government surplus, gross domestic investment , and Indonesian relative to foreign productivity. Current account, the government surplus and gross domestic investment are measured as a percentage of GNP. All estimates use annual data for the period 1973 — 1997. The result is that

Kata Kunci : Defisit Anggaran, Belanja Negara, Indonesia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.