Pengaruh Perubahan Pengeluaran Wisatawan Terhadap Pendapatan Rumah Tangga dan Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia Sebelum dan Sesudah krisis Pendekatan Structural Path Analysis (SPA) Dalam SNSE Indonesia
Endah Saptutyningsih (Pemb : Dr. Budiono Sri Handoko, MA), Dr. Budiono Sri Handoko, MA
Indonesia memiliki potensi yang besar dalam bidang pariwisata dikarenakan Indonesia mempunyai beribu-ribu pulau yang memiliki berbagai pemandangan, budaya, dan warisan bersejarah, upacara-upacara dan festifal unik, karya seni dan kerajinan tangan dan banyak tempat-tempat menarik yang dapat dijangkau wisatawan.
Sektor pariwisata mempunyai peran penting dalam perekonomian Indonesia, baik sebagai sumber devisa maupun sebagai sumber kesempatan kerja. Pariwisata internasional sebagai komoditi ekspor meningkat perannya dalam perekonomian Indonesia dalam menyumbang pendapatan dari pengeluaran wisatawan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi pengaruh perubahan pengeluaran wisatawan terhadap pendapatan rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja, dan melacak dampak krisis terhadap pendapatan rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja sebagai akibat perubahan pengeluaran wisatawan.
Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder, terutama dari Tabel Sistem Neraca Sosial Ekonomi (SNSE) Indonesia tahun 1995 dan 1999 dan data mengenai pengeluaran wisatawan. Masalah yang muncul dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan Structural Path Analysis (SPA).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan pengeluaran wisatawan di Indonesia sebagian besar berpengaruh pada golongan atas di kota baik tahun 1995 maupun 1999, meskipun mengalami penurunan dikarenakan adanya krisis. Perubahan pengeluaran wisatawan banyak berpengaruh pada rumah tangga non pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa pengeluaran wisatawan banyak digunakan untuk produk-produk non pertanian. Rumah tangga perkotaan lebih banyak menerima pengaruh perubahan pengeluaran wisatawan dibandingkan rumah tangga pedesaan. Oleh karena itu, pemerintah sebaiknya lebih mengembangkan pariwisata di pedesaan dengan mempromosikan pariwisata yang berbasis pertanian dan kehidupan pedesaan. Pengeluaran wisatawan di sektor jasa perorangan dan rumah tangga dominan pada tahun 1999, sedangkan pada tahun 1995 pengeluaran wisatawan dominan di sektor pemerintahan,pendidikan, kesehatan, film dan rekreasi. Tenaga kerja yang mendapat pengaruh cukup besar dari perubahan pengeluaran wisatawan adalah tenaga kerja klerikal penerima upah dan gaji di kota, dan tenaga kerja manual penerima upah dan gaji di kota baik pada tahun 1995 maupun 1999.
Indonesia has a great potential in the field of tourism because Indonesia has thousands of islands that have a variety of scenery, cultural, and historical heritage, unique ceremonies and festivals, wide range of arts and crafts, and a lot of interesting accessible places for tourists.
The tourism sector plays important role in Indonesian economy, both as source of foreign exchange and source of employment. International tourism as an invisible export plays an increasingly important role in Indonesian economy which gives share of revenue from tourist expenditures.
This study aims to analyze and identify the influence of change in tourist expenditure towards the household incomes and employment, and to examine the impact of crisis towards the household incomes and employment that are resulted change in tourist expenditure.
The data used in this study was secondary one, especially from the Sistem Neraca Sosial Ekonomi (SNSE) Table of Indonesia of 1995 and 1999 and from tourist expenditure data. The problems appeared in this study were analyzed by using Structural Path Analysis (SPA).
The results of the study show that the change in tourist expenditure in Indonesia, most influence the upper household class in urban area both in 1995 and 1999, although it declined because of crisis. The change in tourist expenditure most influence non farm household Since higher proportion of tourist expenditure is spent to buy non agriculture products. The urban household receive the influence of change in tourist expenditure more than the rural household. Thus, it is suggested that the government should put emphasis in developing rural tourism by promoting tourism based on agriculture and rural life. Tourist expenditure in private and household services sector is dominant in 1999, but government, education, film, and recreation sector is more dominant in 1995. The labor absorption that has received great impact from change in tourist expenditure is paid clerical labor and paid manual labor force in urban area both in 1995 and 1999.
Kata Kunci : pengeluaran wisatawan, pendapatan rumah tangga, tenaga kerja, SNSE, Structural Path Analysis (SPA), tourist expenditure, household income, employment, SNSE, Structural Path Analysis (SPA)