BETA FAKTOR PADA VARIABEL CRR DITINJAU DARI KONDISI PASAR SAHAM DI INDONESIA
Elizabeth Lucky Maretha S (Adv : Amin Wibowo, SE. MBA), Amin Wibowo, SE. MBA
Kondisi pasar saham sangat erat hubungannya dengan kondisi perekonomian nasional. Kondisi perekonomian nasional selalu berubah-ubah, membuat ketidakpastian bagi investor untuk memperoleh keuntungan. Oleh sebab itu perlu diperhatikan indikator apa yang mempengaruhi kondisi pasar saham maupun perekonomian nasional. Ukuran aktivitas ekonomi nasional yang biasa digunakan adalah Produk Domestik Bruto (PDB), tingkat inflasi, dan tingkat bunga. Sedang kondisi pasar saham menggunakan indeks saham gabungan (IHSG) sebagai indicator untuk membagi keadaan pasar saham yang aktif (bullish) atau sedang lesu (bearish).Seperti kita ketahui bahwa ketidakpastian merupakan sinonim dan risiko, oleh karena itu investor membuat portofolio untuk mengurangi risiko. Dalam penelitian ini portofolio dibentuk berdasarkan ukuran perusahaan (perkalian antara jumlah saham yang beredar dengan harga saham pertengahan tahun akhir penelitian).
Beberapa penelitian yang telah dilakukan untuk melihat hubungan return portofolio dengan kondisi perekonomian menggunakan variabel-variabel CRR yang disingkat dari nama penemu variabel tersebut yaitu Chen, Roll, dan Ross. Dalam penelitian ini variabel-variabel CRR telah disesuaikan dengan kondisi perekonomian Indonesia.
Hasil penelitian dengan menggunakan regresi berganda dan data yang telah di pisahkan antara kondisi pasar saham sedang aktif (bullish) dan lesu (bearish), menunjukkan bahwa variabel-variabel CRR berpengaruh terhadap return portofolio baik pada saat pasar saham aktif (bullish) maupun lesu (bearish), terutama pada portofolio dengan ukuran perusahaan sedang dan sangat besar. Sedangkan perubahan beta faktor saat pasar saham aktif (bullish) dan lesu (bearish) untuk seluruh portofolio tidak ada yang berbeda secara signifikan. Ini menandakan bahwa perubahan kondisi pasar saham tidak terlalu mempengaruhi keadaan variabel-variabel CRR.
Stock market conditions have tight relationship with national economy condition. National economy conditions always change, make uncertainty for investor to get capital gain. There for necessary known what indicator influence both stock market conditions and national economy condition. Activity measurement of national economy always uses Gross Domestic Product (GDP), Inflation, and interest rate.
Whereas stock market conditions uses Stock Price Index Combination (IHSG) as indicator for classified stock market in bullish condition or bearish condition. Beside that necessary make portfolio for less the risk of faced investor later, in this study the portfolio formed base on firm size (the stock prices in the middle of the year of the last this study period times the number of common shares outstanding). Several researches have done show the relationship of return portfolio with economic condition used CRR variable (abbreviation from the name of discovery that variable was Chen, Roll, and Ross). In this study CRR variables to adaptation with Indonesia
economy.
The result of this study with using the multi regression and the data separate of the stock market bullish and bearish condition, show variables CRR to influence the return portfolio both the stock market bullish and bearish condition, specially portfolio with the size medium and very large. Whereas the change of beta factors in bullish or bearish condition for all portfolio have not significant different. This finding of change stock market condition not very influence the CRR variable condition.
Kata Kunci : Beta Faktor, CRR, Pasar Saham, Indonesia, beta faktor, bullish, bearish, PDB, tingkat bunga