Pengaruh Upah Minimum Terhadap Status Angkatan Kerja Indonesia
EKA LIBERTINA (Pembimbing: Catur Sugianto, Prof., Dr., M.A.), Catur Sugianto, Prof., Dr., M.A.
Indonesia merupakan negara berkembang dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat stabil seiring laju pertumbuhan penduduk yang selalu positif tiap tahun. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat tidak dapat diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja sektor formal untuk mengakomodasi jumlah tenaga kerja Indonesia yang melimpah. Keterbatasan lapangan kerja tersebut menyebabkan tenaga kerja yang tidak memperoleh lapangan kerja di sektor formal akan beralih pada sektor informal atau bahkan memilih untuk jadi pengangguran. Selain itu, kondisi ketenagakerjaan di Indonesia turut dipengaruhi kebijakan upah minimum. Kebijakan upah minimum bertujuan untuk melindungi pekerja sektor formal berupah rendah agar terhindar dari eksploitasi perusahaan dan memenuhi standar upah yang layak bagi pekerja. Namun, pada kenyataannya, upah minimum lebih banyak memberikan pengaruh negatif terhadap tenaga kerja.
Penelitian ini mencoba mengkaji pengaruh kenaikan upah minimum terhadap perubahan status angkatan kerja di Indonesia dengan mengontrol pengaruh variabel lain yang turut mempengaruhi perubahan status angkatan kerja pada level individu dengan menggunakan metode multinomial logit. Kesimpulan yang diperoleh adalah kenaikan upah minimum menurunkan probabilitas angkatan kerja bekerja di sektor formal dan meningkatkan probabilitas angkatan kerja tidak bekerja (ada disemployment effect dari upah minimum). Kenaikan upah minimum juga memberikan efek dispersi/spillover effects dari sektor formal ke sektor informal.
Abstract
Minimum wage law is aimed to to prevent the exploitation of workers by employers, to promote a fair wage structure, to provide a minimum acceptable standard of living for low-paid workers. In reality, the effects of minimum wage law mostly give disemployment effect and spillover effects in labor market especially in developing countries.
This research is trying to analyze the effects of minimum wage law for employment status of labor force in individual level using multinomial logit, controlling other variables. The result suggest that the increase in real minimum wage in Indonesia decrease the probability of labor force working in formal sectors. In the other side, the increase of real minimum wage increase the probability of labor force work in informal sectors and the probability of unemployed labor force. In overall, this research give evidence of disemployment and dispersion effects from minimum wage law in Indonesian labor market.
Kata Kunci : minimum wage, employment status, multinomial logit, dispersion effects, upah minimum, status angkatan kerja, multinomial logit, efek dispersi