Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA KELENGKAPAN PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN KARAKTERISTIK PERUSAHAAN PUBLIK DI INDONESIA

EDI SUBIYANTORO (adv. Drs. SUGIARTO, M.Acc., MBA), Drs. SUGIARTO, M.Acc., MBA

1996 | Tesis | S2 Accounting

Tulisan ini merupakan hasil dari penelitian terhadap kemungkinan karakteristik perusahaan menjelaskan keberadaan kelengkapan pengungkapan laporan keuangan yang ada dalam sampel laporan tahunan perusahaan publik di Indonesia. Kelengkapan pengungkapan diukur dengan sebuah indeks yang

merupakan hasil bagi antara jumlah item informasi pengungkapan yang didapat dengan total maksimal informasi

pengungkapan yang mungkin diraih, dimana item-item tersebut didasarkan pada 18 item informasi yang diwajibkan dalam laporan tahunan.

Analisis regresi digunakan untuk menentukan yang mana dari tujuh karakteristik perusahaan (total aktiva, total

penjualan, rasio ungkitan, rasio rentabilitas, profit margin, rasio likuiditas dan tipe perusahaan) mampu menjelaskan variasi dari indeks kelengkapan pengungkapan laporan tahunan.

Hubungan antara kelengkapan indeks pengungkapan dengan ukuran, kemampuan melunasi hutang dan likuiditas perusahaan publik di Indonesia ternyata signifikan positif.

Hasil tersebut dapat diartikan bahwa adanya perbedaan laporan perusahaan ditentukan oleh total aktiva dan rasio

ungkitan (sebagai proxi dari karakteristik struktur), Berta

likuiditas ( karakteristik kinerja ). Hasil-hasil di atas memberikan bukti bahwa peningkatan kelengkapan pengungkapan

laporan tahunan perusahaan publik di Indonesia dipengaruhi oleh ukuran, kemampuan melunasi hutang dan likuiditas perusahaan.

This write-up is the result of a study of the corporate characteristics likely to explain the comprehensiveness of the financial disclosure in the annual reports of a sample of Indonesian listed firms. Comprehensiveness is measured by an index representing the extent of details given on 18 item of required information in a firm's annual report relative to the total possible details that each firm is expected to give.

Regression analysis is used to determine which of the seven firm characteristics explain the variation in the index of comprehensive disclosure of mandatory items in annual report.

The relation between the index of comprehensive disclosure and firm size, solvency, liquidity are found to be significantly positive in Indonesia. These results suggest that there are systematic differences in the corporate reporting by Indonesian firms governed by total assets (size) and gearing ratio as the structure characteristics, liquidity as performance characteristics. The result provides evidence that the amount of detail in Indonesian corporate annual report is increasing in firm size, solvency and liquidity.

Kata Kunci : perusahaan publik, laporan keuangan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.