Analisis Penerapan Organisasi Pembelajar Studi Pada Adiyaksa Gloves
DYAHJATMAYANTI, DHIANI (Adv.: Nurul Indarti, Sivilokonom. Cand. Merc., Ph. D.), Nurul Indarti, Sivilokonom. Cand. Merc., Ph. D.
Perubahan lingkungan bisnis menuntut perusahaan cepat beradaptasi. Untuk mempertahankan kelangsungan hidup, menjadi organisasi pembelajar (learning organization) dibutuhkan oleh perusahaan. Organisasi pembelajar dapat menjadi keunggulan kompetitif yang berkelanjutan bagi perusahaan. Hal ini tentu menjadi perhatian banyak perusahaan, tak terkecuali Adiyaksa Gloves.
Adiyaksa Gloves dihadapkan pada tuntutan untuk menjadi organisasi pembelajar karena persaingan yang tinggi di industri sarung tangan. Berdasarkan temuan awal, terdapat indikasi bahwa perusahaan mempunyai permasalahan pada lingkungan dan aktivitas belajar. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis lebih lanjut mengenai penerapan organisasi pembelajar untuk menjawab tantangan dan permasalahan yang dialami perusahaan saat ini.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penerapan organisasi pembelajar di Adiyaksa Gloves di tengah persaingan yang ketat dengan perusahaan sejenis menurut tiga pilar organisasi pembelajar (Garvin et al., 2008). Selain itu, diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi perbaikan penerapan organisasi pembelajar.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, peneliti menemukan bahwa Adiyaksa Gloves belum menjadi organisasi pembelajar. Hal ini dikarenakan ada beberapa komponen organisasi pembelajar yang belum dijalankan dengan baik. Pertama, perusahaan belum memberikan keterbukaan pada ide-ide baru. Kedua, perusahaan belum mempunyai program pendidikan dan pelatihan yang terstruktur dan rutin. Ketiga, terdapat beberapa perilaku kepemimpinan yang belum mendukung pembelajaran di perusahaan, seperti gaya kepemimpinan senior masih bersifat top-down dan komunikasi vertikal masih belum berjalan baik.
Changes in the business environment requires companies to quickly adapt. In order to survive, becoming a learning organization needed by the company. Learning organization can be a sustainable competitive advantage for the company. This is certainly a concern to many companies since learning organization started much consideration, not least Adiyaksa Gloves.
Adiyaksa Gloves faced with demands to become a learning organization because of high competition in the glove industry. Based on these initial findings, there are indications that the company has problems with the learning environment and learning activities. Therefore, further analysis needs to be done on the implementation of the learning organization to meet the challenges and problems faced by the firm today.
The purpose of this study was to analyze the implementation of the learning organization in Adiyaksa Gloves amid competition with its competitors according to the three building blocks of the learning organization (Garvin et al., 2008). In addition, the expected results of this study may provide recommendations for strategic action to improve the implementation of the learning organization.
Based on the results of research and analysis, researcher found that Adiyaksa Gloves not yet become a learning organization. This is because there are several components of a learning organization that has not done well. First, the company has not given an openness to new ideas. Second, the company do not have the structured and routine education and training programs. Third, there are some leadership behaviors that do not reinforce the learning in the company, such as top-down senior management style and poor vertical communication.
Kata Kunci : organisasi pembelajar, lingkungan belajar suportif, proses dan praktik belajar konkrit, kepemimpinan, learning organization, supportive learning environment, concrete learning process and practices, leadership.