Laporkan Masalah

PERMINTAAN UANG M1 DI ASEAN-4; INDONESIA, MALAYSIA, SINGAPURA DAN THAILAND, ESTIMASI DATA NON STATIONER, 1981.1 - 1999.4.

DWI HANDOYO, ROSSANTO (Pembimbing : PROF. DR. INSUKINDRO, MA.), PROF. DR. INSUKINDRO, MA.

2002 | Skripsi | S2 MEP

Penelitian ini dilakukan untuk mengestimasi perilaku permintaan uang dengan teknik non-stasioner. Sebuah pendekatan teori regresi asimtotik baru yang digunakan untuk menganalisis model yang memiliki kemungkinan data yang non stasioner. Dalam beberapa penelitian yang dilakukan di negara ASEAN sebelumnya, Tseng&Corker tahun 1991 dan Dekle&Pradhan tahun 1997 menemukan bahwa perilaku permintaan uang di ASEAN dikatakan non-stasioner. Sebelum melakukan estimasi terhadap model permintaan uang, maka uji mengenai metode penyesuaian jumlah uang secara nominal dan riil akan dilakukan terlebih dahulu.

Teknik ini tidak mengandalkan estimasi kointegrasi maximum likelihood dari Johansen, tetapi lebih pada estimasi OLS yang dimasukkan ke dalam persamaan ECM. Estimasi Dynamics Ordinary Least Squares (DOLS) yang pernah dilakukan oleh Phillips dan Loretan tahun 1991 digunakan untuk mengestimasi hubungan jangka panjang. Sementara itu, estimasi VAR digunakan untuk meramalkan model yang memiliki data time series yang saling berhubungan. Pada penelitian kali ini regressor yang dimasukkan dalam fungsi permintaan uang adalah variabel pendapatan (GDP) dan nilai kurs (exchange rate). Model yang memiliki derajat integrasi yang sama, selanjutnya akan dilakukan regresi ADL (Autoregressive Distributed Lag) yang pernah dilakukan oleh Hendry tahun 1984, sedangkan yang tidak berintegrasi sama akan dilakukan estimasi ECM baku yang pernah dilakukan oleh Wicken and Brusch tahun 1988 untuk melihat perilaku permintaan uang jangka pendek. Yang terakhir akan dilakukan uji keunggulan model dinamis.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku penyesuaian permintaan uang M1 nominallebih dipreferensikan dibandingkan penyesuaian riil khususnya di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Estimasi dengan memasukkan variabel kurs lebih memuaskan dibandingkan pendekatan tradisional, khususnya di negara Indonesia. Keberadaan hubungan antar variabel dalam jangka panjang hanya terjadi di Indonesiadan Singapura, sementara di negara ASEAN yang lain tidak.

This research attempts to estimate the demand for money M1 behavior in ASEAN countries using non-stationary techniques. A new asymptotic theory of regression is introduced for possibly non stationary time series. In the previous researches in ASEAN countries, Tseng&Corker in 1991 and Dekle&Pradhan in 1997 result that demand for money behavior treated as a non-stationary time series. Before estimating the demand for money, the nominal or real adjustment method have to testify to make it reliable model.

These techniques are less dependent on Johansen's maximum likelihood estimation of cointegration but more depend on the ordinary least squares (OLS) estimation of the equation included in the ECM. The dynamic OLS estimation proposed by Philips and Loretan in 1991 is used to estimate cointegration. Meanwhile, Vector Auto regression (VAR) is used to forecast the model which have an interrelation time series. Since it is desirable to include current values of income (GDP) and exchange rate as regressors in the money demand functions. The models, which have a set of integrated variables of order one, then Hendry-type autoregressive distributed lag (ADL) regressions are used to estimate the money demand function in the short-run. Meanwhile, the models which do not, then using ECM was proposed by Wicken and

Brusch in 1988. Finally, the best dynamic model of demand for money will appropriate to choose.

The research result that nominal adjustment demand for money prefer than the real one, especially in Indonesia, Malaysia and Thailand. The estimation, which included the exchange rate variable in the Model, is more sopliisticated than traditional approach, especially in Indonesia. The relationship among variables on the long run only happens in Indonesia and Singapore.

Kata Kunci : Permintaan Uang M1, ASEAN, Nilai kurs, Estimasi non stasioner, Demand for Money M1, ASEAN, Exchange rate, Non stationary Estimation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.