Analists Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Inflasi di Indonesia Periode 1980.1— 1997. IV: Pendekatan Error Correction Model
DWIANTORO DEDY (Pembimbing): Dr. Bagus Santoso, M.Soc.Sc., Dr. Bagus Santoso, M.Soc.Sc.
2002 | Skripsi | S1 Economics
ABSTRAKSI
Inflasi merupakan penyakit ekonomi yang tidak bisa dianggap remeh mengingat dampaknya yang sangat luas. Selama perjalanannya, pembangunan ekonomi Indonesia pernah mengalstni berbagai macam inflasi — dari h_yperikiflation hingga inflasi yang tidak melebihi dua digit— dengan faktor-faktor penyebab yang berbeda. Didalam ekonomi makro, inflasi merupakan salah satu sasaran akhir kebijakan fiskal maupun moneter, dikarenakan peranan dan kemampuannya dalam mernpengaruhi banyak variabel ekonomi lainnya. Berdasarkan kenyataan dan pengalaman yang terjadi, inflasi dapat disebabkan oleh banyak faktor. Banyaknya faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab terjadinya inflasi memuncu1kan berbagai macam teori yang berusaha menjelaskan inflasi dari berbagai sudut pandang. Namun demikian, teori-teori inflasi tersebut pada dasarnya menjelaskan bahwa inflasi merupakan suatu permasalahan yang kompleks dan tidak berdiri sendiri. Begitu juga dengan pengendalian inflasi, membutuhkan kebijakan yang interdependen serta konsisten. OIeh karena itu, inflasi sering menjadi target kebijakan pemerintah, termasuk di Indonesia. Kebijakan pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan hanya melalui kebijakan moneter, tetapi juga kebijakan ekonomi makro lainnya seperti kebijakan fiskal maupun deregulasi di sektor riil. Untuk menciptakan iklim kondusif tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama, yang berarti tidak cukup hanya dalam jangka pendek tetapi juga dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variabel-variabel jumlah uang beredar rill, pendapatan nasional rill, niIai tukar riil, expected inflation, dan inflasi luar negeri terhadap inflasi di Indonesia dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satu cara untuk menganalisis pengaruh jangka pendek dan jangka panjang adalah dengan mengembangkan model dinamis. Dalam penelitian ini, analisis model dinamis dilakukan dengan pendekatan Engle-Granger Emir Correction Model atau EG-ECM yang dikembangkan oleh Engle dan Granger (1987) berdasarkan Granger Representation Theorem. Pemilihan alat analisis ECM selain dikarenakan kemampuannya memecahkan persoalan variabel runtun waktu (time series) yang tidak stasioner dan regresi lancing (spurious regression) atau korelasi lancung (spurious correlation) dalam analisis ekonometrika, juga karena kemampuannya dalam mengkaji konsistensi model empiris dengan teori ekonomi. Selain itu, konsep ECM dipandang lebih realistis dalam mengamati perkembangan variabel-variabel didalam perekonomian, sehingg-a dapat menjelaskan fenomena yang terjadi sesuai dengan kenyataannya. Dari basil analisis selama periode pengamatan, diketahui bahwa inflasi di
Indonesia dalam jangka panjang dipengaruhi oleh GDP riil, ekspektasi inflasi, dan perubahan stuktural (devaluasi 1983 dan 1986). Sedangkan dalam jangka pendek, inflasi Indonesia dipengaruhi oleh inflasi dua periode sebelumnya dan ekipektasi inflasi. Hal-hat tersebut menunjukkan bahwa pengendalian inflasi di Indonesia dapat melalui assessment terhadap perkembangan perekonomian yang terjadi di masyarakat dan senantiasa mengantisipasi perkembangan ekonomi di masa depan. Disamping itu, dalam jangka pendek terdapat banyak ketidakpastian dalam hal bekerjanya perekonomian, seperti ketidakpastian tentang transmisi kebijakan moneter, atau mengenai sifat dari suatu shock yang mengganggu perekonomian. Sedangkan kebijakan jangka panjang dapat dilakukan melalui pengelolaan dari sisi permintaan (demand management policy) untuk mendorong perekonomian pada kondisi pengerjaan penuh dan tingkat output optimum.
Kata Kunci : Definisi Inflasi, Dampak Inflasi terhadap Perekonomian