Pengaruh Faktor-faktor Ekonomi dan Institusional terhadap Pendapatan Nasional Negara-negara Asia Tenggara
Diswandi, Dr. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc.
2008 | Tesis | S2 EconomicsUpaya pemulihan ekonomi sebagai dampak krisis ekonomi yang melanda tahun 1997 di negara-negara Asia Tenggara menunjukkan pergerakan yang bervariasi antar negara. Sebelum krisis, pertumbuhan ekonomi (produk domestik bruto-PDB) negara-negara Asia Tenggara rata-rata berada di atas enam persen. Sekalipun belum kembali kepada pertumbuhan ekonomi sebelum masa krisis, namun tidak sedikit pertumbuhan ekonomi yang mengindikasikan adanya pemulihan ekonomi mulai diperlihatkan oleh negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Hal yang membuat upaya pemulihan ekonomi menjadi cukup sulit adalah pemerintahan yang korup serta sistem hukum yang lemah yang membuat investor enggan untuk menanamkan modalnya karena takut dengan berbagai resiko. Untuk itu diperlukan suatu perubahan institusional yang menciptakan suatu iklim usaha yang kondusif sehingga menarik minat investor untuk berinvestasi dan selanjutnya bisa menstimulus pertumbuhan ekonomi di negara-negara Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor ekonomi dan institusional terhadap pendapatan nasional negara-negara Asia Tenggara. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linear dengan metode estimasi pooled least square. Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari dua faktor ekonomi yang diduga mempengaruhi pendapatan nasional, yaitu stok kapital dan stok angkatan kerja, serta dua faktor institusional yang juga diduga mempengaruhi pendapatan nasional, yaitu perlindungan hak kepemilikan property (security of property rights), dan regulasi usaha. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah faktor-faktor ekonomi (modal dan tenaga kerja) dan faktor-faktor institusional (property rights dan regulasi usaha) perpengaruh positif terhadap pendapatan nasional negara-negara Asia Tenggara. Kata-kata Kunci : Institusi, Pendapatan Nasional, Pertumbuhan Ekonomi
Economic recovery effort as monetary and economic crisis impact over the year 1997 in South-East Asia countries shows movement varying inter-states. Before crisis, economic growth (gross domestic product-GDP) of South-East Asia countries average of above six percent. Even if has not returned to economic growth before a period of crisis, but not a few of economic growth indicating existence of economic recovery started showed by countries in South-East Asia. Economic recovery effort become enough difficult because of corrupt government and law system is light making investor refuse to inculcate its capital because fear of with various risks. For the purpose is required an institutional alteration creating a good business climate which causing draws investor enthusiasm to invest in and hereinafter can cause economic growth in South-East Asia countries. This research aim to know economic and institutional factors influence to national income of South-East Asia countries. Analyzer applied is linear regression with pooled least square estimation method. Independent variable in this research consisted of two economic factors that estimated influences national income, that is stock of capital and stock of labor force, and two institutional factors also is anticipated influences national income, that is security of property rights, and regulation of business. Result obtained from this research is economic factors (capital and labor) and institution factors (security of property rights and regulation of business) have positive influence to national income of South-East Asia countries. Keywords:Institutions-National Income-Economic Growth
Kata Kunci : Pendapatan Nasional; Pendapatan Negara; Asia Tenggara; Faktor Ekonomi