Evaluasi pengendalian internal terhadap penjualan dan penerimaan kas pada PT Arezda Purnama Loka
DINAWATI, RIBCA , Taufikur Rahman, SE, MBA
Penjualan dan penerimaan kas merupakan dua hal yang saling berkaitan karena setiap kali terjadi transaksi penjualan, pada akhirnya akan menimbulkan penerimaan kas. Sehingga apabila terdapat kelemahan pengendalian internal pada penjualan, maka akan memberikan pengaruh pada proses penerimaan kas. Untuk itu, diperlukan adanya pengendalian internal yang baik dan mendukung untuk keduanya yang bertujuan untuk meminimalkan risiko terjadinya penyalahgunaan dana pada perusahaan. Metode penulisan yang penulis lakukan adalah studi pustaka untuk memperoleh landasan teori yang akan diterapkan pada evaluasi masalah dan juga studi lapangan dengan mengadakan observasi, interview dan pengajuan kuesioner kepada pihak yang terkait.
Dari hasil evaluasi yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa perusahaan telah melakukan pemisahan antara fungsi penjualan, penerimaan kas, fungsi gudang, fungsi pengiriman, fungsi pemasaran. Sistem otorisasi penjualan juga telah berjalan dengan baik. Namun masih ditemukan adanya beberapa kelemahan yaitu tidak adanya pemisahan antara fungsi penerimaan kas dan fungsi pencatatan, tidak adanya departemen internal auditor, dan juga tidak dilaksanakannya prosedur analisis kredit. Dokumen tembusan dari bagian pengiriman yang ditujukan ke tiap bagian belum sesuai, serta bagian penagihan tidak maksimal dalam melakukan penagihan. Perusahaan tidak melakukan penghitungan secara mendadak terhadap saldo penerimaan kas. Berdasarkan hasil temuan tersebut perusahaan disarankan untuk melakukan pemisahan fungsi antara fungsi penerimaan kas dan fungsi pencatatan. Selain itu perusahaan disarankan untuk membentuk departemen internal audit dan melakukan penghitungan saldo penerimaan kas secara mendadak.
Kata Kunci : Evaluasi Pengendalian Internal, Penjualan dan Penerimaan Kas.