Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kepemilikan Rumah pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Yogyakarta) Studi Kasus PNS Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi DIY 2010
DIAZ AHMADA BUSTAM, Endang Sih Prapti, Dra., M.A.
Masih banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah Indonesia pada umumnya, dan wilayah Yogyakarta pada khususnya, yang belum memiliki rumah. Banyak faktor yang menyebabkan masih rendahnya kepemilikan rumah pada PNS, tiga faktor di antaranya adalah pendapatan, usia, dan jumlah anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana ketiga faktor tersebut memengaruhi kepemilikan rumah pada PNS. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Responden dalam penelitian ini adalah para PNS yang bekerja di lingkungan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang berlokasi di Jalan Malioboro.
Berdasarkan sampel yang disurvei, ditemukan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah usia, sementara pendapatan dan jumlah anak memiliki pengaruh yang tidak begitu kuat terhadap kepemilikan rumah pada PNS. Implikasi yang bisa diambil dari penelitian ini adalah hendaknya perhatian yang lebih serius diberikan dalam upaya meningkatkan pendapatan dari PNS, karena dengan meningkatnya pendapatan maka daya beli PNS untuk memiliki rumah akan meningkat.
There is still a lot of Civil Servants (PNS) in Indonesia in general, and Yogyakarta region in particular, which does not yet have a house. Many factors cause the low home ownership on public officials, three factors include income, age, and number of children. This study aims to determine the extent to which these three factors influence home ownership in PNS. The data in this study was obtained by distributing questionnaires to the respondents. Respondents in this research are the civil servants working in the Region Secretary Government of Yogyakarta Region which located at Malioboro Street.
Based on the sample surveyed, found that the most influential factors are age, while income and number of children do not have a strong influence on home ownership in PNS. The implication that can be drawn from this research is a more serious attention should be given in an effort to increase the income of civil servants, because with rising incomes, the purchasing power of civil servants to own home will increase.
Kata Kunci : home ownership, income, age, number of children, kepemilikan rumah, pendapatan, usia, jumlah anak