Laporkan Masalah

Evaluasi Empiris Terhadap Perspesi Pemakai Atas Bentuk Laporan Audit yang Berubah

Dhyah Setyorini (Pemb : Dr. Supriyadi, M.Sc), Dr. Supriyadi, M.Sc

2003 | Tesis | S2 Management

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seeara empiris bagaimana persepsi pemakai atas perubahan bentuk laporan audit (dari NP A ke SP AP) dalam meningkatkan pemahaman pemakai laporan keuangan auditan dan menguji kesenjangan ekspektasi antara auditor dengan pemakai laporan audit (analis kredit) berdasarkan pesan yang dikornunikasikan melalui laporan audit. Pemahaman pemakai laporan auditan akan dilihat dari enam belas dimensi yaitu: independensi auditor, pertimbangan auditor, keeurangan, pertanggungjawaban auditor, luas audit, manajemen perusahaan, investasi atau 1ivestasi, tujuan audit, representasi manajernen, spesifik versus menyeluruh, pengawasan kinerja, kredibilitas, konflik antara manajernen dengan auditor, tujuan audit, kelangsungan hidup perusahaan, dan peneatatan akuntansi yang layak. Sedangkan kesenjangan ekspektasi ini akan dilihat dari tiga faktor yaitu tanggung jawab auditor independen, keandalan laporan keuangan auditan, dan manfaat laporan keuangan auditan dalarn pengambilan keputusan.

Berdasarkan pengumpulan data penelitian melalui survei yang sebagian dikirim melalui pos dan sebagian diberikan seeara langsung kepada responden, terkumpul sebanyak 38 auditor independen dan 61 analis kredit. Adapun analisis data dilakukan dengan Mann-Whitney U Test.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan harapan/persepsi antara auditor independen dan analis kredit berkaitan dengan tanggung jawab auditor independen dan keandalan laporan keuangan auditan, akan tetapi di antara kedua kelompok tersebut sarna-sarna rnemiliki harapan/persepsi yang sarna mengenai manfaat laporan keuangan auditan. Berkaitan dengan persepsi pernakai terhadap perubahan bentuk laporan audit, rnenunjukkan hasil bahwa perbedaan pernahaman antara analis kredit yang diberi laporan audit bentuk baku berdasarkan SPAP dengan analis kredit yang diberi laporan audit bentuk baku berdasarkan NP A hanya terjadi pada tiga dimensi yaitu dimensi independensi, tujuan audit, dan pencatatan akuntansi. Dengan demikian dapat disirnpulkan bahwa perubahan bentuk laporan audit (NP A menjadi SPAP) tidak mernberikan perubahan pernah:irnan seeara signifikan kepada pernakai laporan audit.

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bukti ernpiris bahwa terdapat kesenjangan ekspektasi khususnya berkaitan dengan faktor tanggung jawab auditor dan keandalan laporan keuangan auditan. Sedangkan berkaitan dengan evaluasi empiris mengenai perubahan bentuk laporan audit, tampaknya masih diperlukan pengkajian lebih lanjut mengenai keefektifan perubahaa bentuk laporan audit dalam meningkatkan komullikasi antara auditor dengan pemakai laporan audit sebagai altematif untuk mengatasi atau rnembatasi muneulnya kesenjangan ekspektasi dalarn auditing.

Kata Kunci : Bentuk Laporan Audit, Kesenjangan Ekspektasi, Tanggung Jawab Auditor, Keandalan, Kemanfaatan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.