Laporkan Masalah

Efek Moderasi Variabel-Variabel Organisasional Dalam Hubungan Antara Karakteristik Penilaian Kinerja Terhadap Kepuasan Sistem Penilaian Kinerja Karyawan: Pendekatan Kontiniensi

DHARMA, SURYA (Pembimbing:Bambang Riyanto LS., Dr., M.B.A.), Bambang Riyanto LS., Dr., M.B.A

2012 | Tesis | S2 Management

Studi ini menelusuri efek moderasi dari sejumlah variabel organisasional dalam hubungan antara karakteristik penilaian kinerja terhadap kepuasan penilaian kinerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik penilaian: partisipasi dan frekuensi evaluasi berhubungan positif terhadap kepuasan. Partisipasi akan ambiguitas peran, serta bekerja dengan supervisor yang memiliki rentang kendali yang lebar. Frekuensi evaluasi akan semakin meningkatkan kepuasan hanya ketika supervisor mereka memiliki rentang kendall yang lebar .. Pelatihan bagi supervisor akan lebih meningkatkan kepuasan terhadap penilaian kinerja ketika karyawan mengalami baik konflik maupun ambiguitas peran, atau bekeria pada supervisor dengan rentang kendali yang lebih lebar.

Temuan penelitian ini semakin menegaskan bahwa tujuan-tujuan evaluasi dan pengembangan, tidak dapat dipisahkan. Rating yang akurat dan objektif semata, tidak begitu saja akan meningkatkan kepuasan karyawan terhadap sistem penilaian kinerja. Kemampuan supervisor untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penilaian serta menciptakan kualitas umpan balik yang tinggi adalah sangat penting. Hasil ini memberikan dukungan yang mendasar bagi konseptualisasi kepuasan penilaian kinerja sebagai suatu fungsi ketergantungan antara karakteristik penilaian dan varia bel-varia bel organisasional.

The present study explored the moderating effect of organizational variables on the appraisal characteristics - appraisal satisfaction relationship. Analyses indicated that the appraisal characteristics of participation and frequency of evaluation positively related to appraisal satisfaction. Participation more positively related to appraisal satisfaction when subordinates experienced role conflict, role ambiguity and their supervisors had a large span of control. Frequency of evaluation more positively related only when subordinates worked with supervisors had a large span of control. Rater training could increase satisfactions only when the employees experienced role conflict and role ambiguity, and worked with supervisors having a large span of control.

Findings of this research suggested that both purposes of evaluation and development could not be separated. A solely accurate and objective rating could not

increase satisfactions. Supervisor abilities to communicate appraisal results and provide a high quality of feedback, very important. The results provide substantial support for conceptualizing appraisal satisfaction as a contingent function of both appraisal characteristics and organizational variables.

Kata Kunci : Kepuasan penilaian kinerja, umpan balik, partisipasi, frekuensi evaluasi, pelatihan supervisor, konflik peran, ambiguitas peran, rentang kendali, Performance appraisal satisfaction, feedback, participation, frequency of evaluation, rater training, role c


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.