Ekspektasi Biaya Garansi dengan Kebijakan Free Replacement Warrantynon-Renewing 1 Dimensi : Studi Kasus PT Makar Armada Jaya
DEWI RETNO HANDAYANI (Pembimbing: Sumiyana, Drs., M.Si.), Sumiyana, Drs., M.Si.
Garansi merupakan suatu kesepakatan kontraktual antara produsen dan konsumen berkaitan dengan penjualan produk. Dengan adanya penawaran garansi akan menimbulkan biaya tambahan yang disebut ongkos garansi. Estimasi ongkos garansi yang akurat sangat penting karena ongkos garansi mempengaruhi harga jual produk dan profit yang diperoleh perusahaan.
Kendaraan hasil karoseri digaransi satu dimensi dimana garansi dibatasi oleh umur. Kebijakan garansi yang diterapkan yaitu Non-renewing Free Replacement Warranty (FRW) dimana konsumen bebas dari biaya apapun saat mengajukan klaim dan garansi berlaku untuk kegagalan pertama, tanpa adanya pembaharuan terhadap masa garansi, yaitu masa garansi produk setelah diganti hanya melanjutkan masa garansi sebelum terjadi kerusakan. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan satu dimensi dimana pemakaian merupakan fungsi dari waktu. Sehingga perlu diketahui laju pemakaian satu unit kendaraan. Laju pemakaian diperoleh dari data klaim. kegagalan dimodelkan oleh fungsi hazard bersyarat. Estimasi biaya garansi berdasarkan model kegagalan dan peluang terjadinya kegagalan menentukan besarnya estimasi biaya garansi yang harus ditanggung oleh perusahaan.
Warranty is a contractual agreement between manufacturer and consumer related to sale of product. Offering warranty will generate expense which is called warranty cost. Estimation of warranty cost is very important because warranty cost influence to sell price of product and profit which is obtained by manufacturer.
Vehicle are warranted by one-dimensional warranty that is limited by time. Warranty policy is applied by manufacturer is non-renewing Free Replacement Warranty (FRW) where consumers free of charge up when they make claim and warranty applies to the first failure, without a renewal of the warranty period, it means that product warranty period after replacement only continue the warranty period before damage occurs . Approach that used is one-dimensional approach that usage is function of time. So please note the rate of one unit of vehicle usage. The rate of use is obtained from claims data. failure is modeled by a function of conditional hazard. Estimated warranty costs based on the model of failure and the possibility of failure to determine the amount of estimated warranty costs which must be accounted by the company.
Kata Kunci : warranty cost analysis, non-renewing free replacement warranty approach, claims data, one dimensional approach, analisis biaya garansi, kebijakan non-renewing free replacement warranty, data klaim, pendekatan satu dimensi