Laporkan Masalah

Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Sistem Pengukuran Kinerja Rumah Sakit Mata Dr. Yap. Studi Kasus pada Rumah Sakit Mata Dr. Yap Yogyakarta.

Dewi, Ratna Puspa, Dr Bambang Riyanto LS, MBA Ak

2008 | Skripsi | S1 Extention - Accounting

Pengukuran kinerja yang hanya mendasarkan pada indikator keuangan saja mulai dirasakan kurang memadai dalam menilai kinerja perusahaan saat ini. Sebab penggunaan indikator keuangan sebagai satu-satunya pengukur kinerja perusahaan memiliki banyak kelemahan selain akan mendorong manajer untuk mengambil tindakan jangka pendek, kinerja keuangan juga hanya mampu bertumpu pada kinerja masa lalu dan kurang mampu menuntun organisasi kearah tujuannya. Balanced Scorecard muncul sebagai suatu solusi atas permasalahan tersebut. Balanced scorecard memperluas aspek pengukuran kinerja melalui 4 indikatornya yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal dan perspektif learning and growth. Dengan Balanced Scorecard perusahaan mampu mengembangkan ukuran-ukuran kinerja yang bersumber dari visi dan misi perusahaan. Sehingga perusahaan mampu memberikan fokus pada strategi yang digunakan untuk mencapai visi dan misi tersebut.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengukuran kinerja yang telah diterapkan pada RSM Yap dan mengetahui kemungkinan penerapan balanced scorecard sebagai model pengukuran kinerja pada RSM Yap.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa pengukuran kinerja yang dilakukan oleh RSM Yap masih menekankan pada indikator keuangan saja. Kelemahan dari penggunaan indikator tunggal tersebut adalah belum mampu merefleksikan besarnya kontribusi faktor-faktor non keuangan terhadap peningkatan kinerja keuangan. Pengabaian faktor-faktor non keuangan tersebut menyulitkan rumah sakit dalam menemukan solusi terbaik atas penurunan kinerja yang terjadi selama 2 tahun terakhir. Oleh karena itu RSM Yap membutuhkan suatu model pengukuran kinerja yang lebih komprehensif sehingga dapat diketahui faktor-faktor yang dapat meningkatkan kinerja keuangan mereka secara berkesinambungan.

Performance measurement that just based on financial indicators its feel not enough to asses corporate performance right now. Because using financial indicator as the only one of company measure have a lot of weakness. It will encourage manager to take short term action, financial performance just able to show historical performance and unable to guide organization to reach their goal. Balanced Scorecard cames as solution for that problem. Balanced scorecard enlarge the aspect of performance measurement with four indicators : fiancial perspectives, customer perspectives, internal process business perspectives, learning and growth perspectives. With Balanced scorecard be able to enlarge the indicators of performance that source from corporate vision and mission. And then the corporate able to be more focus to the strategy that their used to reach their vision and mission.

This research objectives is to know the performance measurement system that used in RSM Yap and to know the probability of implementation Balanced scorecard as a model for performance measurement in RSM Yap.

From the result of thid research knowable that performance measurement that used in RSM Yap just based on financial indicator. The weakness of using single indicator is not unable yet to reflection amount of contribution non financial factor to increasing the financial performance. Ignoring that non financial factor makes difficulty for RSM Yap to find the best solution from the decrease of performance that happen in 2 years ago. That way RSM Yap need a performance measurement model that more comprehensive so knoeable many factor that could improve their sustainability performance.

Kata Kunci : Balanced Scorecard, Pengukuran Kinerja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.