Pengukuran kinerja instalasi rawat inap I dengan pendekatan balanced scorecard di RSUP Dr. Sardjito: studi kasus pada RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Dewi, Marita Prasetya (Adv.: Dr. Gudono, MBA.,Ak), Dr. Gudono, MBA.,Ak
Rumah sakit pada saat ini dihadapi pada dua dilema, yaitu antara kepentingan masyarakat luas dan kepentingan mencari keuntungan. Dilema yang dihadapi hanya dapat diatasi dengan peningkatan kinerja pelayanannya. Untuk mengetahui kinerja RSUP Dr. Sardjito, khususnya Instalasi Rawat Inap 1, perlu dilakukan pengukuran sejauh mana pencapaian kinerja dari instalasi tersebut. Konsep Balanced Scorecard yang terdiri dari empat perspektif, yaitu: perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal dan pembelajaran dan pertumbuhan, merupakan konsep yang dapat digunakan dalam meugukur kinerja Instalasi Rawat Inap I, karena konsep ini merupakan alat manajernen yang kontemporer yang dapat memetakan masalah organisasi. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus tunggal (single case study), menggunakan teknik analisis deskripsi kualitatif. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner dan melakukan observasi. Data sekunder diperoleh dari Laporan Keuangan RSUP Dr. Sardjito yang tidak dipublikasikan. Penentuan jenis sampel dan penarikan jenis sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Kuisioner pertama ditujukan dan diisi oleh pasien IRNA I yang berkaitan dengan aspek kepuasan pasien dan aspek proses bisnis internal (aspek proses pelayanan dan administrasi). Kuisioner kedua diisi oleh karyawan medis dan non medis untuk menjawab pernyataan dari aspek keuangan dan aspek pembelajaran dan pertumbuhan. Dari hasil penelitian dapat dilihat: (1) Kinerja perspektifkeuangan cukup baik, diukur dengan indikator pendapatan yang diperoleh dengan membandingkan realisasi dengan target, selain itu menggunakan pertumbuhan pendapatan. Dari tahun 2004 ke tahun 2005 pendapatan tumbuh sebesar 56.04%, untuk tahun 2005 ke tahun 2006 pendapatan tumbuh sebesar 54.84%, (2) Kinerja dari perspektifpelanggan dalam kategori baik, jawaban pelanggan ratarata berkisar antara 4 sd 5 skala likert yang berarti pasien merasa puas atas pelayanan kesehatan selama dirawat di IRNA I, (3) Kinerja perspektif Proses Bisnis Internal sudah cukup baik, didukung oleh sikap Dokter dan perawat yang cepat tanggap terhadap keluhan pasien, prosedur pelayanan IRNA I, kemudahan memperoleh obat, dan kelengkapan peralatan medis yang sudah memenuhi standar, (4) Kinerja perspektif pembelajaran dan pertumbuhan relatif baik karena adanya dukungan penuh dari Direktur dan Kepala bagian dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan karyawan untuk pengembangan SDM yang dibiayai oleh RSUP Dr. Sardjito, dan adanya sistem informasi yang berbasis IT yang memudahkan tugas sehari-hari (adanya program komputerisasi). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan kinerja IRNA I dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan relatif baik sehingga kualitas proses bisnis internal (proses pelayanan dan administrasi) sudah terpenuhi yang menyebabkan produk yang dihasilkan sudah memuaskan pelanggan, yang pada akhirnya akan meuingkatkan pendapatan IRNA 1.
Kata Kunci : Balanced Scorecard, Pengukuran Kinerja, Rumah Sakit, Perspektif