Komparasi sosio-demografi, biaya kesehatan dan kualitas sistem pernafasan pada perokok aktif dan perokok pasif (kecamatan Jetis dan Pakualaman, Kota Yogyakarta, 2008)
DEWANTI, DIAH SETYAWATI , Prof. Dr. Lincolin Arsyad, Ph.D
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat sosiodemografis,
menghitung biaya kesehatan dan mengukur kualitas kesehatan sistem pernafasan pada
perokok aktif dan pasif. Hipotesa yang diajukan adalah: (1) Perokok pasif memiliki
tingkat sosio-demografis (jenis pekerjaan, tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan)
yang rendah; (2) Perokok aktif memiliki perhitungan biaya kesehatan lebih besar
daripada perokok pasif; (3) Perokok aktif memiliki tingkat kesehatan sistem pernafasan
yang lebih buruk daripada perokok pasif.
Subyek penelitian berjumlah 551 masyarakat dari kecamatan jetis dan
pakualaman, berusia 15-75 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan metode
wawancara dari kuesioner dan menguji kapasitas sistem pernafasan menggunakan
spirometer microloop. Metode pengumpulan data menggunakan proporsional random
sampling berdasarkan masyarakat yang bersedia mengisi kuesioner dan diuji kualitas
sistem pernafasan. Metode statistic yang digunakan adalah analisis frekuensi dan
chisquare test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola dari status merokok responden tidak
signifikan dengan tingkat sosiodemografis, khususnya tingkat pekerjaan, tingkat
pendidikan dan tingkat pendapatan. Sedangkan pengeluaran biaya kesehatan memiliki
pola yang signifikan terhadap status merokok. tingkat konsumsi obat sehari-hari dan
konsumsi obat hirup siginifikan terhadap biaya kesehatan perokok pasif. Responden
dengan status merokok sebagai perokok pasif memiliki tingkat kesehatan kualitas sistem
pernafasan yang lebih buruk dibandingkan perokok aktif. Pola perilaku kualitas
kesehatan sistem pernafasan perokok aktif sangat signifikan di beberapa gejala batuk dan
gejala awal.
Kata Kunci : sosio demografi, perokok, biaya kesehatan, Yogyakarta