PENGARUH Pendapatan Asli Daerah,Dana Perimbangan,dan Sisa Lebi Perhitungan Anggaran (SILPA) Terhadap Aloka Belanja Modal Kabupaten dan Kota di Indonesia
Devi Asyaidah (Adv.: Prof.Dr.Gudono,M.B.A.,CMA), Prof.Dr.Gudono,M.B.A.,CMA
Pelayanan publik menjadi tujuan utama pemerintah daerah dalam melaksanakan otonomi daerah yang berimbas pemerintah daerah harus mengembangkan dan menggali potensi sumber-sumber penerimaan daerah melalui pengalokasian belanja modal. Belanja modal menjadi salah satu langkah nyata dalam peningkatan pelayanan publik bagi pemerintah daerah yaitu dengan mengalokasikan sejumlah dana dalam bentuk anggaran belanja modal di dalam APBD untuk menambah aset tetap. Sehingga, komposisi belanja dalam APBD perlu diubah oleh pihak pemerintah daerah untuk meningkatkan kepercayaan publik melalui peningkatan investasi modal dalam bentuk aset tetap. Upaya ini dilakukan karena selama ini belanja daerah cenderung dipergunakan untuk membiayai belanja rutin yang kurang produktif.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memperoleh bukti empiris pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan (DBH, DAU, dan DAK), dan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran terhadap Alokasi Belanja Modal. Objek dalam penelitian ini adalah kabupaten dan kota di Indonesia tahun 2010-2013. Sumber data penelitian yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan realisasi APBD antara tahun 2010-2013. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan yang terdiri dari DBH, DAU, dan DAK dan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) berpengaruh positif terhadap Alokasi Belanja Modal.
Public service into the first local government in implementing regional autonomy which affect local government had to develop and explore potential sources local income through the allocation of capital expenditure. Capital expenditure into one of the concrete steps in the improvement of public services for local governments namely by allocated a sum of money in the form of budget capital in APBD to add the fixed assets. So, composition budget expenditure in must be changed by the government local governments to improve public trust through increased investment capital in the form of fixed asset. This effort done because so far expenditure the regions tend to be used to fund routine expenditure less productive.
This study aims to test and obtains evidence empirical the influence of the original local government revenue, balance budget (DBH, DAU, and DAK), and last fiscal year budget surplus towards allocation of capital expenditure. Objects in this research is regency/municipality government of Indonesia from the year 2010 to 2013. Research data sources used is taken from secondary data reports in the form of the realization of regional between ad 2010-2013. Methods of Analysis using multiple linear regression analysis with the SPSS program. The test result showed that partial evaluation the original local government revenue (PAD), balance budget (are consist of DBH, DAU, and DAK), and last fiscal year budget surplus (SiLPA) budget have had a positive impact on the allocation of capital spending.
Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran, Alokasi Belanja Modal, Original Local Government Revenue, Tax Share/Non Tax Share, General Allocation Fund, The Special Allocation Fund, Last