Laporkan Masalah

ANALISIS KETERKAITAN ANTAR SEKTORAL: DAMPAK PENANAMAN MODAL ASING DAN DALAM NEGERI TERHADAP PEREKONOMIAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

DENNIJ MANDEIJ (Adv : Dr. Amiruddin Ardani, M.A), Dr. Amiruddin Ardani, M.A.

1999 | Skripsi | S2 Economics

Investasi sebagai salah satu faktor produksi yang krusial memiliki peranan yang besar dalam mendorong aktivitas pembangunan. Dengan pendekatan pembangunan ekonomi yang menekankan pada strategi pertumbuhan ekonomi yang tinggi, maka proses pembentukkan modal menjadi kunci pertumbuhan ekonomi tersebut. Untuk memperoleh dana investasi tersebut, maka dapat digali dari segenap sumber, baik dan dalam negeri dalam bentuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan dari luar negeri dalam bentuk penanaman modal asing (PMA). Untuk menggali dana investasi tersebut, setiap daerah atau propinsi berusaha mendatangkan sebanyak mungkin dana investasi ke daerahnya. Namun, karena adanya perbedaan karakteristik dan infrastruktur pada masing-masing propinsi, maka dana investasi tersebut menjadi bervariasi jumlahnya antar propinsi. Dalam hal ini, setiap propinsi tidak akan memiliki konsep pembangunan yang seragam, karena suatu sektor ekonomi yang memiliki arti penting bagi suatu daerah belum tentu juga memiliki arti penting bagi daerah lain.

Untuk itu, perlu dicermati karakteristik masing-masing daerah dalam rangka menentukan langkah-langkah pembangunan yang akan diterapkan pada daerah tersebut.

Sebagai suatu daerah yang ikut berpacu dalam pembangunan bersama daerah daerah lain, Propinsi D.I Yogyakarta memiliki potensi-potensi tersendiri yang perlu dikembangkan demi kemajuan daerah itu sendiri. Propinsi ini juga ikut bersaing dalam menarik dana investasi bagi daerahnya. Dana investasi propinsi ini sangat bervariasi jumlahnya antar sektor dan tahun ke tahun. Untuk itu, akan dilihat bagaimana dampak adanya aktivitas investasi tersebut, baik PMA maupun PMDN, terhadap perekonomian D.I Yogyakarta. Dampak tersebut akan dilihat pada pembentukan output sektoral, nilai tambah, kesempatan kerja, kebutuhan impor dan keterkaitan antar sektor produksi.

Selain itu, akan diidentifikasi sektor-sektor mana yang memiliki potensi untuk bias dikembangkan menjadi sektor unggulan atau sektor pemimpin. Untuk melihat bagaimana dampak PMA dan PMDN tersebut terhadap perekonomian D.I Yogyakarta, digunakan metode pendekatan input-output. Selanjutnya, untuk mengidentifikasi sektor-sektor unggulan, maka digunakan teknik analisa shift-share dan location quotient.

Investment as one of crucial production factor, has a big role to push development activities. With economic development approach which emphasizes on high economic growth strategy, capital formation process becomes a key of that economic growth. To obtain those investment fund, all sources of funds from domestic in the form of domestic direct invesment (DDI) and from foreign countries in the form of foreign direct investment (FDI) are collected. To collect those investment fund, each regions or provinces tries to attract investment fund as many as possible to their provinces. Nevertheless, because of differents characteristics and infrastructures in each provinces, those investment funds can vary in quantity for each provinces. In this case, each provinces will not have a uniform development concept, because urgency of a economic sector for a province doesn't mean that it has the same urgency for others provinces.Therefore, it needs to be observed the characteristics of each provinces, in order to determine development steps that will be applied in those provinces.

Special Region Yogyakarta as a region that follow to spur in development with others region, has its own potencies that needs to be developed for its own progress. This province follow to compete in attracting investment funds for their own region. Investment funds in this province vary in quantity to each sectors from year to year. Therefore, we will see how the impact of existency of those investment activities, in the form of DDI and FDI, on Special Region Yogyakarta economy. Those impact will be seen on sectoral output formation, value added, employment, import needs and intersectoral linkages. Beside that, we will identify sectors which have potency to be developed as leading sector or key sector.

To see how the impact of DDI and FDI on Special Region Yogyakarta economy, we use method of input-output approach. And then, to identify leading sectors, we use technique shift-share analysis and location quotient.

Kata Kunci : Penanaman Modal Asing, Penanaman Modal Dalam Negeri, karakteristik daerah, output sektoral, nilai tambah, kebutuhan impor, keterkaitan antar sektor dan sektor unggulan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.