Analisis Konvergensi Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah Provinsi Di Indonesia dengan Pendekatan Data Panel Spasial Tahun 2000-2012
DEKIAWAN, HERMADA (Adv.: Eny Sulistyaningrum, S.E., M.A., Ph.D.), Eny Sulistyaningrum, S.E., M.A., Ph.D.
Studi ini melihat konvergensi pendapatan dan belanja pemerintah provinsi di Indonesia yang tercantum dalam realisasi APBD dengan menggunakan data panel 30 provinsi selama periode 2000-2012. Analisis konvergensi dilakukan baik konvergensi sigma maupun konvergensi beta. Variabel yang dipergunakan dalam studi ini terdiri pendapatan perkapita riil serta variabel yang tercantum dalam APBD provinsi meliputi: total pendapatan, PAD, pajak, dana perimbangan, total belanja, belanja pegawai, dan belanja barang. Untuk melihat dependensi antar provinsi, dalam studi juga dimasukkan matriks bobot spasial. Matriks bobot spasial yang dipergunakan terdiri dari dua jenis bobot, yaitu pendapatan perkapita riil dan jarak geografis antar provinsi yang diukur dari ibukota masing-masing provinsi. Pengujian terhadap adanya dependensi spasial dilakukan menggunakan uji Morans I. Model yang dipergunakan untuk melihat konvergensi adalah spatial autoreregressive model (SAM) dan spatial error model (SEM). Model diestimasi dengan menggunakan panel least square, fixed effect, random effect, serta GMM baik GMM first difference (GMM-DIFF) maupun sistem GMM (GMM-SYS).
Berdasarkan pendekatan konvergensi sigma, hasil studi menunjukkan bahwa selama kurun waktu 2000-2012 terjadi konvergensi atas variabel total pendapatan, PAD, pajak, dana perimbangan, total belanja, belanja pegawai, dan belanja barang, namun tidak terjadi konvergensi untuk pendapatan perkapita riil. Estimasi dengan pendekatan konvergensi beta dilakukan terhadap empat variabel sebagai sampel yang masing-masing diukur nilia perkapitanya, yaitu: total pendapatan, pajak, total belanja, dan belanja barang. Estimasi dengan konvergensi beta dilakukan dengan menggunakan tambahan variabel penjelas yang meliputi: pertumbuhan ekonomi, derajat keterbukaan wilayah, serta pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan pendekatan kovergensi beta, hasil studi juga menunjukkan terjadinya konvergensi atas variabel total pendapatan, pajak, total belanja, dan belanja barang dengan tingkat dan kecepatan konvergensi yang berbeda-beda. Estimasi juga menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat dependensi spasial antar provinsi baik menggunakan bobot pendapatan perkapita maupun bobot jarak.
Salah satu keterbatasan yang ada dalam studi ini adalah tidak dipisahkannya unit analisis per kawasan seperti pulau Jawa dan luar pulau Jawa sehingga tidak dapat diidentifikasi lebih jauh pola konvergensi pendapatan dan belanja pemerintah provinsi antar kawasan. Selain itu rentang waktu studi relatif pendek (2000-2012) sehingga pola konvergensi sepanjang tahun tidak dapat digambarkan secara lebih detil.
The study analyse sigma and beta convergence of provincial government revenues and expenditures in Indonesia are listed in the realization of the APBD by using panel data 30 provinces over the period 2000-2012. The variables used in this study consists of real income per capita and the variables listed in the provincial budget (APBD) include: total revenue, revenue, tax, fund balance, total expenditure, employee expenses, and goods and services spending. The study also included a spatial weights matrix to analyse dependency among provinces. Spatial weights matrix used consists of two types of weights, the real income per capita and the geographical distance. Testing for the presence of spatial dependency performed using Moran's I. The model used in this study are spatial autoreregressive model (SAM) and the spatial error model (SEM). The models are estimated using panel least squares, fixed effects, random effects, as well as both GMM first difference GMM (GMM-DIFF) and system GMM (GMM-SYS).
Based on sigma convergence approach, the results of the study showed that during the period of 2000-2012 occurred convergence on total variable income, revenue, tax, fund balance, total spending, employee spending, and goods and services spending, but not for the real income per capita. Estimation with beta convergence approach conducted on four variables as each sample (in per capita value), namely: total income, tax, total spending, and goods and services spending. Estimation with beta convergence is done by using additional explanatory variables which include: economic growth, the degree of openness, as well as economic growth. Based on the beta convergence approach, the study results indicate the occurrence of convergence on total variable income, tax, total spending, and goods and services spending. Estimates also lead to the conclusion that there are spatial dependencies between provinces either use distance and income per capita weight.
Kata Kunci : sigma and beta convergence, spatial weights, panel data, revenue and expenditure, the provincial budget (APBD), konvergensi sigma, kovergensi beta, bobot spasial, data panel, pendapatan dan belanja, APBD provinsi.