Franchise: Wealth Creation Instrument
DASANI, VISHAL CHANDER (Adv.: Zaki Baridwan, Prof.Dr., M. Sc.), Zaki Baridwan, Prof.Dr., M. Sc.
Situasi ekonomi dunia saat ini memaksa para investor untuk menjadi lebih cerdas dalam membuat keputusan investasi. Deposito dengan tingkat bunga tetap selalu menjadi instrumen yang aman, namun dengan tingkat rendah, investor harus berpikir ulang mengenai keputusan mereka untuk berinvestasi di deposito. Selain instrumen deposito, waralaba dianggap menjadi instrumen yang efektif untuk investasi, karena hanya dengan modal awal yang terbatas, waralaba dapat memberikan pendapatan berkesinambungan, asalkan diopreasikan dengan benar.
Meskipun bisnis waralaba mengalami pertumbuhan pada beberapa tahun terakhir, investor diminta untuk tetap mempelajari dengan seksama sebelum membuat keputusan investasi di industri waralaba. Seiring dengan keberhasilan berbisnis waralaba, banyak juga yang gagal dalam berbisnis waralaba. Di tengah dari banyaknya usaha waralaba yang ditawarkan, kehati-hatian menjadi faktor penentu untuk menghindari kegagalan di masa depan. Prinsip pertama adalah untuk melihat bisnis yang tepat dan sesuai dengan profil investor kemudian melakukan penelitian menyeluruh pada usaha bisnis untuk menemukan kecocokan antara bisnis dan pemain bisnis potensial atau investor.
Penelitian ini memberikan pedoman untuk memilih usaha waralaba pada risiko dan tingkat pengembalian, sebelum membuat keputusan investasi.
The current world economic situation forces investors to become smarter in making investment decision. Fixed rate deposit has always been a safe instrument, however, with itÂ’s low rate of return, investors need to re-think their decision to invest in fixed deposit. Apart from the mentioned instruments, franchise is considered to be an effective instrument for investment, as only with limited start-up capital, the venture can provide with continous earnings, providing its well operated.
In spite of its growth in the recent years, precautions must be taken by investors before making investment decision in the franchise industry. Along with itÂ’s share of successes, many also have failed in doing franchise business. In the midst of the many franchise ventures being offered, prudence becomes the deciding factor to avoid failures in the future. The first principle is to see an appropriate business suitable with the investors' profile then conduct a thorough research on business ventures in order to find a suitable fit between the business venture and the potential business player or investor.
The research provides guidelines to select franchise ventures on their respective risk and return, before making investment decision.
Kata Kunci : franchise, risk, return, investment, waralaba, resiko, tingkat pengembalian, investasi