Laporkan Masalah

Analisis Kinerja Financial Sebelum dan Setelah Merger PT Reckitt Benckiser Indonesia

DARMAWAN, RIKA (Adv.: Jogiyanto Hartono M., Prof. Dr., M.B.A.), Jogiyanto Hartono M., Prof. Dr., M.B.A.

2015 | Tesis | S2 Magister Management

Salah satu strategi perusahaan untuk mempertahankan dan mengembangkan perusahaan adalah dengan cara melakukan penggabungan usaha (business combination). Salah satu perusahaan yang melakukan merger ini adalah PT. Reckitt Benckiser Indonesia (PT. RBI). PT. RBI melakukan penggabungan usaha dengan metode penyatuan kepentingan, dalam hal ini perusahaan-perusahaan yang bergabung relatif tidak berubah pada entitas akuntansi yang baru, aktiva dan kewajiban dari perusahaan-perusahaan yang bergabung dimasukan dalam entitas gabungan sebesar nilai bukunya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan dalam kurun waktu 2007 (satu tahun sebelum merger) dan 2008, 2009, 2010 (tiga tahun setelah merger), dengan tujuan apakah merger dengan metode penyatuan kepentingan (book value) yang dilakukan dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan kearah yang lebih baik, bersinergi dan dapat meningkatkan nilai perusahaan atau tidak.

Analisis kinerja finansial sebelum dan setelah merger dilakukan dengan membandingkan rasio-rasio keuangan meliputi, rasio profitabilitas berupa constribution margin, return on asset, return on equity, rasio likuiditas berupa current ratio dan quick ratio, manajemen asset berupa asset turnover, rasio solvabilitas berupa debt to equity ratio dan debt ratio. Data yang digunakan adalah laporan keuangan tahun historis 2007, 2008, 2009 dan 2010. Selanjutnya untuk membuktikan bahwa hasil merger PT. RBI ini memberikan hasil yang lebih baik dilakukan uji t (t-test) dengan membandingkan data-data tersebut sebelum dan setelah merger untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan masing-masing rasio keuangan yang diteliti.

Hasil analisis finansial terhadap rasio-rasio keuangan yang digunakan menunjukan perubahan kinerja keuangan positif yang signifikan dan dapat disimpulkan bahwa merger tanpa likuidasi yang dilakukan PT. RBI memberikan pengaruh yang lebih baik.

One of the companys strategy to maintain and develop the company is to merge (business combination). One company that does this merger is PT. Reckitt Benckiser Indonesia (PT. RBI). PT. RBI merged with pooling of interest method, in this case the companies who joined relatively unchanged on the new accounting entities, assets and liabilities of the companies that joined included in the combined entity at book value. The purpose of this study was to conduct an analysis of company financial statements in the period of 2007 (one year before the merger) and 2008, 2009, 2010 (three years after the merger), with the purpose of whether a merger with pooling of interest method (book value) that can be done improve the financial performance of the company, work together and can increase the value of the company or not.

Analysis of financial performance before and after the merger is done by comparing the financial ratios included, the ratio of contribution profitability margins, return on assets, return on equity, liquidity ratio of current ratio and quick ratio, asset management in the form of asset turnover, solvency ratio of debt to equity ratio and debt ratio. The data used are the historical annual financial statements 2007, 2008, 2009 and 2010. Furthermore, to prove that the merger of PT. RBI gives better results performed the t test by comparing the data before and after the merger to determine whether there are differences in their respective financial ratios studied.

The results of financial analysis of financial ratios used showed positive changes in financial performance are significant and it can be concluded that the merger without liquidation by PT. RBI gives a better effect.

Kata Kunci : Penggabungan Usaha, Rasio Finansial, Kinerja Keuangan, PT. RBI, Merger, Finacial Ratios, Financial Performance Analysis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.