Laporkan Masalah

Pengaruh kejelasan sasaran anggaran dan sistem pengendalian akuntansi terhadap kinerja manajerial dengan komitmen organisasi sebagai variabel pemoderasi pada pemerintah daerah: studi empiris pada kabupaten dan kota se-Prov.DIY

Darma, Emile Setia (Adv. Prof.Dr.Abdul Halim, MBA, Akt), Prof.Dr.Abdul Halim, MBA, Akt

2013 | Tesis | S2 Accounting

Penelitian ini menguji pengaruh kejelasan sasaran anggaran dan sistem pengendalian akuntansi terhadap kinerja manajerial pada pemerintah daerah. Selain itu, diuji pula peran komitmen organisasi sebagai variabel pemoderasi pada hubungan tersebut. Variabel pemoderasi tersebut adalah merupakan faktor kontekstual atau variabel kontijen.

Teori kontijensi dan teori keperilakuan di bidang akuntansi manajemen menjadi landasan utama dalam penurunan hipotesis. Teori-teori tersebut membentuk sebuah model yang dinamakan model kontijensi pengendalian. Variabel pemoderasi yang diduga mempengaruhi hubungan antara desain pengendalian dengan kinerja dirumuskan sebagai interaksi dalam persamaan regres!.

Penelitian ini dilakukan secara cross sectional. Analisis penelitian dilakukan terhadap 271 responden. Responden adalah para pejabat struktural (eselon) pemerintah daerah kabupaten dan kota se-propinsi Daerah Istimewa Y ogyakarta. Sampel pejabat tersebut terdiri dari kepala badanl dinasfkantor, kepala bagianlbidang/subdinas, kepala subbagianlsubbidang/seksi.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa secara parsial variabel kejelasan sasaran anggaran dan sistem pengendalian akuntansi berpengaruh positif signifikan (P
Dalam lingkup model kontijensi masih banyak faktor kontekstual atau variabel kontijen lainnya yang dapat dihipotesakan memoderasi pengaruh desain pengendalian terhadap kinerja. Hal tersebut berguna untuk mencari model yang paling fit dalam desain pengendalian dan faktor kontekstual pada organisasi tertentu. Organisasi yang berbeda akan memiliki desain pengendalian dan faktor kontekstual yang berbeda pula.

This research is to examine the effects of the budget goal clarity and accounting control system on managerial performances of the local governments. In addition, the role of organizational commitment is also tested as moderating variables in the relatlonship. The moderating variables represent the contextual factors or contingent variables. Contingency and behavioral theories in the field of management accounting become the main fundamental in the adoption of the hyPOthesis in this rest::arch.

This research is conducted on a cross-sectional basis. Analysis of this research is conducted on 271 respondents, who are structural (echelon) officials of the regencies and municipal governments of the Province of Y ogyakarta Special Territory. Samples cf those officials are composed of service/authority/office managers/heads, department/sector/subservice managers, subdePartffient/sub-sector/ section managers.

Results of data analysis (using regression method) showing that partially, the variables of the budget goal clarity and accounting control system affect positively significant (p
Within the scope of contingency model there are still a lot of contextual factors or other contingent variables that can be hyPOthesized to moderate the effects of the control design of performance. This is useful to find the fittest model in the control design and contextual factors in a particular organization. Different organizations have different control design and contextual factors as well.

Kata Kunci : Kejelasan Sasaran Anggaran, Sistem Pengendalian Akuntansi, Komitmen Organisasi, Kinerja Manajerial, Teori Kontijensi, Kejelasan Sasaran Anggaran, Sistem Pengendalian Akuntansi, Komitmen Organisasi, Kinerja Manajerial, Teori Kontijensi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.