Analisis pengaruh kondisi keuangan perusahaan terhadap opini going concern problem
DARLIANTI, FRANSISCA, Dr. Kumalahadi, M.Si
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh antara kualitas audit,
kondisi keuangan perusahaan, dan debt default terhadap permasalahan opini
going concern. Sampel penelitian ini adalah 263 perusahaan industri manufaktur
yang mengalami kesulitan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun
2002-2006. Sebanyak 90 perusahaan yang menerima opini going concern, dan
sisanya 173 perusahaan yang menerima opini non going concern.
Nilai Zscore digunakan dari analisis diskriminan Altman (1993) untuk
menghitung tingkat kondisi keuangan. Regresi logistik digunakan untuk menguji
faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap kemungkinan permasalahan opini
going concern.
Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh kondisi keuangan perusahaan
dan debt default terhadap kemungkinan penerimaan opini going concern adalah
signifikan secara statistik. Walaupun demikian, penelitian ini tidak berhasil
menjelaskan faktor kualitas audit untuk membantu auditor mengeluarkan
keputusan opini going concern, tetapi penelitian ini memberikan implikasi kepada
pihak Bapepam selaku regulator perusahaan go publik untuk menyerukan lebih
independennya komite audit dalam memonitor proses pelaporan keuangan
manajemen.
This study purpose to examine the infuence between audit quality,
financial condition, and debt default would receive a going concern opinion.
Samples were gathered from 263 manufacturing companies which had financial
distress were publicy listed at Indonesian Stock Exchange (ISX) from 2002-2006
reporting period. 90 companies received going concern audit report (GC) and the
rest, 173 companies received non going concern audit report (NGC).
Z Score developed by Altman (1993) was used to calculate the extent of
financial condition. Logistic regression was used to examine the factors that are
predicted to affect the probabilty of receiving going concern audit report problem.
This study reveals that financial condition and debt default are
significantly affect the probability of receiving going concern audit report.
However, the result of this study can not explain the audit quality in assisting the
auditors to issue going concern. This study contributes to the Bapepam in order to
force the audit committee to be more independen in monitoring management's
financial reporting process.
Kata Kunci : opini udit going concern, kesulitan keuangan, kondisi keuangan