Laporkan Masalah

EFISIENSI RELATIF DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN PETANI BERDASARKAN SISTEM PENGUASAAN LAHAN USAHA TANI DI DAERAH ISTIMEWA ACEH

DAOED, TEUKU ISKANDAR (Adv.: PROF .DR. ACE PARTADIREDJA, M.Sc.; DR. BUDIONO SRI HANDOKO, M.A.,.; DR., PROF .DR. ACE PARTADIREDJA, M.Sc.; DR. BUDIONO SRI HANDOKO, M.A.,.; DR. FARIED WIDJAYA MANSUR, M.A.,

2015 | Disertasi | S3 Economics





Tanah khususnya lahan usahatani dewasa ini dirasakan semakin sulit karena keterbatasan persediannya semen tara kebutuhan terus meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk. Di samping itu luas pemilikan dan penguasa annya semakin lama semakin kecil akibat fragmentasi untuk berbagai keperluan/tujuan diantaranya sebagai warisan kepada anggota keluarga yang lain. Diperkirakan peta ni dengan luas penguasaan lahan kurang dari 0,5 hektar di Indonesia meningkat dari 4,2 juta orang menjadi 6,9 juta orang selama dasawarsa terakhir. Dalam kaitan mempertahankan aliran pendapatannya sesuai dengan lahan yang dikuasai para petani beruSaha mengolah kegiatan usahataninya sedemikian rupa sehingga



akan memberikan hasil yang lebih baik dan menguntungkan. Dari segi ekonomi hal tersebut merupakan suatu upaya yang hanya dapat dicapai bila seseorang mampu menerapkan prinsip efisiensi dalam proses kegiatan usahataninya. Sejauh mana upaya itu dapat diwujudkan dan dicapai oleh masing-masing petani yang memiliki - perbedaan – perbedaan baik dalam luas garapan maupun status penguasaan lahan adalah merupakan hal-hal yang menjadi inti penelitian Berta pembahasan kajian ini. Di samping itu sejauh mana pula kondisi di atas mempengaruhi pendapatan serta dis - tribusinya. Masalah ini merupakan salah satu masalah ter penting mengingat luas dan besarnya ketergantungan penduduk Indonesia kepada sektor pertanian khususnya sector tanaman pangan (padi) masih akan terus berlangsung. Mengacu pada penjelasan di atas maka pembahasan hasil-hasil penelitian ini dibagi dua, messing-messing tentang efisiensi dan distribusi pendapatan.

Land is assumed as a key factor in agricultural culti vation and production. It is indicated by rent received as a bigger portion compared of which received by other factor of production. Besides, land also considered as one of valueable properties, which most people are willing to have it. After all, population growth facing the limited supply of land, especially farm-land, tends to increase the value and it price. It is estimated t. l.at pea sant farmers with land holding size below 0,5 hectare in Indonesia are increase from 4,2 millions to 6,9 millions during the last ten years period. It is understood that to maintain their income stream continously from farm-land owned or cultivated, farmers will manage their farm activities by least effort and pos sibility which give them a better and profitable production. In economic point of view this condition will be able to achieved if someone could create .an – efficiency condition. An intuitive notion of efficiency refers to the achievement of maximum output from a given set of resources; the greater the output relative to the input the higher the level of efficiency. This is actually,the core of this research focused on. The study is try to investigate the efficiency exists on different tenure status and it impact anincome and its distribution. Based on what has been mentioned above the following discussion will be on the results of research, which are divided within two parts, (1) on the manner of efficiency and, (2) income.

Kata Kunci : Efisiensi usaha tani, efisiensi pendapatan, distribusi pendapatan, kinerja usaha tani.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.