Pengaruh Pendidikan Tenaga Kerja Wanita terhadap Produktivitas Kerja Industri Garmen 1990
Dafrizal. (Adv.: Drs. M. Adnan Hadjam, MA.), Drs. M. Adnan Hadjam, MA.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh
pendidikan tenaga kerja wanita terhadap output pada industri kecil garmen DKI Jakarta dengan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas. Konsep produktivitas yang digunakan dalam membahas pengaiuh pendidikan tenaga kerja wanita terhadap output industri kecil garmen adalah ditinjauan dari sudut ekonomis. Penelitian menggunakan data primer dalam bentuk data "cross-section". Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metoda random acak yang sederhana. Untuk menganalisis data tersebut digunakan analisis regresi berganda.
Temuan yang diperoleh dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan rata-rata tenaga kerja wanita yang mempunyai pengaruh positif dan signifikan pada 5 persen terhadap output industri kecil garmen DKI Jakarta terletak dalam jenjang pendidikan periode 7-9 tahun (SLTP). Pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi (SMTA) ataupun jenjang pendidikan yang lebih rendah (SD) tidak memberikan pengaruh positif terhadap output industri kecil garmen, tidak signifikan pada 5 persen. Pada jenjang pendidikan tenaga kerja wanita tersebut, pendidikan pengusaha yang memberikan pengaruh positif dan signifikan pada- 5 persen terhadap output industri kecil garmen terletak pada jenjang pendidikan periode 10-12 tahun (SMTA). Pendidikan pengusaha pada jenjang yang lebih rendah (SMTP)• atau jenjang yang lebih tinggi (SMTA) tidak.memberikan pengaruh positif terhadap output industri kecil garmen, tidak signifikan pada 5 persen. Pelatihan pengusaha memberikan pengaruh yang positif dan signifikan pada 5 persen terhadap ouput indutri kecil garmen. Pendidikan rata-rata tenaga kerja wanita memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap output industri kecil garmen DKI Jakarta
dibadingkan pendidikan rata-rat tenaga kerja laki
laki. Temuan lain memperlihatkan bahwa tenaga kerja wanita dan tenaga kerja laki-laki merupakan tenaga kerja yang saling melengkapi (komplementer) dalam kegiatan industri kecil garmen. Dengan hanya mempergunakan tenaga kerja laki-laki atau hanya tenaga kerja wanita maka pengaruh positif tenaga kerja terhadap output industri kecil garmen menjadi tidak signifikan pada 5 persen. Variabel variabel yang dimasukkan dalam persamaan regresi secara bersama-sama mempunyai hubungan yang kuat dengan output industri kecil garmen, ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi multipel sebesar 0,9, signifikan pada 5 persen.
Hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan informasi untuk peningkatan kesempatan kerja dan pembinaan industri kecil, terutama untuk departemen terkait seperti Departemen Tenaga Kerja dan Departemen Perindustrian. Hasil penelitian ini diharapkan juga dapat memberikan sumbangan pemikiran untuk pengusaha industri kecil garmen dalam mengembangkan usahanya.
This is an -empirical study, studying about the effect of education level on the output of woman workers
of small scaled garment industry in DK1 Jakarta. This
study was carried out by using the Cobb-Douglass Production Function Approach. To see the relationship
between these two factors, worker's educational level and the output, the concept of economic productivity is used. The data, which were collected by using simple random sampling method, were cross section data. Multiple regression analysis was used to analyse the data gained.
The analysis found out three main findings. First, the educational level which has positive and significant
relationship with the output of worker of small scaled garment industry was the one which has same level as junior high school level, i.e, the level which takes about 7-9 years. The higher and lower levels of education, i.e, which has same level of senior high sch000l (SHTA) and the elementary school (SD) do not have such relationship.
Second, the employer's educational level which has positive and significant relationship with the output of
worker of small scaled garment industry was the one which
has the same level as senior high school, i.e, the level which takes about 10-12 years. The higher and lower of
education, i.e, which has the same level of university
degree (PT) and junior high school (SHTF) do not have such relationship. Third, employer's training was also fuond to
have positive and significant with the industrial output.
The three findings above have the level of significance of 5 X. The analysis also found out the average educational
level of woman workers has higher influence to the industrial output than the one of man workers. Finally, the analysis found out both woman and man workers share the same role in improving the industrial output. This conclution is based on the fact that either woman and man
workers as a variable which stands by itself has no significant relationship with the output. The five
variables (capital, labour, employer's education,
employer's training and worker and worker's education), as a whole have a significant relationship with the
industrial output. This is shown by the coefficient of multiple regression correlation of 0.9 and degree of freedom of 1 X.
The result of the study reported in this thesis is useful for either the Department of Manpower, Department
of Industry or employer themselves. By applying the result of the study, for example, better output and employment may be gained.
Kata Kunci : Tenaga Kerja Wanita, Pendidikan, Produktivitas Kerja, Industri Garmen