Analisis Kemandirian Daerah Kabupaten Kulon Progo: Sebelum dan Sesudah Otonomi Daerah
CONDRO P., NUGROHO ADI , Eny Sulistyaningrum, SE.,MA
Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kemandirian daerah dengan menekankan pada kapasitas penerimaan daerah dan kondisi keuangan daerah setelah otonomi daerah. Fokus pada penelitian ini adalah mengenai sisi kapasitas penerimaan dan keuangan daerah (penerimaan dan pengeluaran pada anggaran) terhadap kemandirian daerah. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear dengan jumlah data sebanyak 28 tahun. Analisis regresi digunakan untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi kapasitas penerimaan di Kabupaten Kulon Progo. Kemudian digunakan pula analisis kemandirian daerah untuk mengetahui kondisi keuangan daerah di Kabupaten Kulon Progo setelah dilaksanakan otonomi daerah.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) Dilihat dari hasil regresi linear menunjukkan bahwa kapasitas penerimaan di Kabupaten Kulon Progo dipengaruhi oleh jumlah penduduk, dan kebijakan otonomi daerah berdampak positif terhadap kapasitas penerimaan daerah. (2) Berdasarkan analisis kemandirian daerah menunjukkan tingkat kemandirian daerah di Kabupaten Kulon Progo masih rendah,.
Adapun rekomendasi yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut, pertama, Kabupaten Kulon Progo hendaknya lebih memberdayakan masyarakatnya melalui program-program pemberdayaan masyarakat. Kedua, setelah otonomi daerah menunjukkan tingginya pengeluaran pemerintah hal ini hendaknya perlu pengawasan sehingga menjadi efisien.
The purpose of this study is to identify regional autonomy with emphasis on the capacity of local revenues and financial condition of the area after the regional autonomy. The focus of this research is about the capacity and local financial revenue (revenue and expenditure in the budget) of local autonomy. This study uses linear regression analysis with the amount of data for 28 years. Regression analysis is used to determine the variables that affect the revenue capacity in the Kulon Progo Regency. Then use the same independent analysis to determine the financial condition of the regions in Kulon Progo after regional autonomy implemented.
The results of this study concluded that (1) Judging from the results of linear regression showed that the revenue capacity in the Kulon Progo Regency affected by the population, and regional autonomy policies have positive impact on local revenue capacity. (2) Based on the analysis of regional autonomy indicates the level of regional autonomy in Kulon Progo Regency still low.
The recommendations that can be submitted are as follows, first, Kulon Progo Regency should more empowering communities through programs of community empowerment. Second, after regional autonomy of government expenditure showed high it should be necessary to become efficient supervision.
Kata Kunci : Kapasitas Penerimaan, Otonomi Daerah, Kemandirian Daerah, Kabupaten Kulon Progo.