Laporkan Masalah

Analisis abnormal return emisi saham pada penawaran perdana di Bursa Efek Jakarta (Perbandingan periode sebelum krisi, selama krisi dan pasca krisi moneter)

Clinovera, Ratih (Adv.: Dr. Mamduh M. Hanafi, MBA), Dr. Mamduh M. Hanafi, MBA


2013 | Skripsi | S1 Management

Penelitian ini melUpakan pengembangan dari penelitian-penelitian sebelumnya untuk membuktikan terjadinya abnormal return yang dapat diperoleh investor pada penawaran ummn perdana emisi saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Penelitian ini membandingkan tingkat underpricing yang ditunjukkan besarnya abnormal return padaperilode sebelum krisis, selama krisis, dan paska krisis moneter. Disamping itu di~ii juga faktor-faktor yang diperkirakan mempengaruhi besamya abnormal returnantara lain: ukuran perosahaan, profitabilitas (ROA), mnur perusabaan, reputasi JPenjamin emisi, persentase saham yang dimiliki oleh publik, stadar deviasi (Security Return variability). Alat uji yang dipakan untuk uji beda abnormal return ti.ga periode pengamatan adalah One Way Anova, dan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya abnormal return adalah uji regresi berganda.

Adapun tujuan dan manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) Mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan besarnya abnormal return pada periode sebeluDl, selama dan paska krisis moneter. (2) mengetahui sejauh mana varia bel independen yang telah disebutkan diatas berpengaruh terhadap abnormal return. Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan infOlmasi seputur penawaran perdana kepada pelaku pasar modal diantaranya, emiten, investor, dan pihak-pihak yang terkait dalam suatu penawaran perdana sehingga menjadi masukan ketika mengambil keputusan investasi.

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan besarnya abnonrnal return antara periode sebelum krisis moneter, selama krisis moneter dan paska krisis moneter. Pada periode sebelmn krisis, abnormal return atau underpricing lebih kecil daripada periode krisis dan paska krisis moneter. Perbedaan kondisi pasar menjadi penyebab utama perbedaan ini. Pada periode sebelmn krisis moneter hanya variabel ukuran perusahaan yang berpengaruh positif dan signifikan terbadap initial abnormal return. Sedangkan pada periode krisis monetc~, hanya variabel standar deviasi yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap initial abnormal return. Dan pada periode paska krisis moneter, variabel standar deviasi dan variabel persentase saham yang ditawarkan kepada publik berpengaruh positif dan signifikan terhadap initial abnormal return. Secara keseluruhan hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa pasar modal di Indonesia belmn efisien karena investor masih dapat memperoleh abnormal return. Perbedaan kondisi pasar pada ketiga periode tersebut juga membuat filktor-faktor yang berpengaruh terhadap abnormal return juga berbeda pada masing-rnasing periode.

Kata Kunci : abnormal return, underpricing, penawarn perdana, krisis moneter


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.