Analisis Pendapatan Pekebun Karet di Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin
CARITIN DEVI, Dr. Soeratno, M.Ec.
Karet merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia selain kelapa sawit dan kopi. Namun tingkat produktivitas dan produksi karet di Indonesia dinilai masih belum optimal, hal ini terkait dengan masih rendahnya tingkat produktivitas dan produksi yang dihasilkan oleh perkebunan karet rakyat. Selain itu juga, banyak publikasi yang menyatakan bahwa kehidupan pekebun karet selalu diwarnai dengan kemiskinan.
Tujuan penelitian ini adalah 1) mengindentifikasi hal-hal yang mempengaruhi tingkat produksi karet rakyat; 2) menghitung besarnya pendapatan pekebun karet (farming income) serta pendapatan tiap-tiap anggota keluarga pekebun karet. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Banyuasin, salah satu sentra terbesar produksi karet rakyat di Sumatera Selatan. Pengumpulan data primer dilakukan dengan interview method dan observation.
Metode analisis yang digunakan dalam mengidentifikasi hal-hal yang mempengaruhi tingkat produksi karet rakyat adalah regresi berganda (multiple regression). Hasil dari analisis tersebut menunjukkan bahwa tingkat produksi karet rakyat dipengaruhi oleh luas lahan dan jumlah tenaga kerja.
Dari hasil penghitungan dengan menggunakan rumus faming income menunjukkan bahwa pendapatan bersih pekebun per hektar kebun adalah Rp. 2.121.498,5/bulan atau dalam satu tahun adalah Rp. 25.457.981.7/hektar. Sedangkan Besarnya pendapatan per hektar kebun karet yang dapat didapat oleh tiap-tiap anggota keluarga pekebun adalah Rp.548.663./bulan dan dalam 1 tahun tiap-tiap anggota keluarga pekebun menikmati rupiah sebesar Rp.6.583.960 per hektar kebun karet yang dimiliki.
Rubber is one of the primary commodities in Indonesia. However, rubber productivity and production in Indonesia is considered as not optimal. This is resulted from low productivity and production of the public plantation. In addition, wide publication revealed that for long time the farmers in rubber plantation are still live in poor condition.
This research aimed at: 1) identify the aspects influence the rubber production in public plantation, 2) calculating the farming income and member family income from rubber plantation. The research was conducted in Banyuasin District, which was one of the largest central productions of public rubber in South Sumatra. Primary data collection was performed with interview method and observation.
Method of analysis used to identify the aspects that influenced the productivity of public rubber was multiple-regression. Result of the research analysis suggesting that public rubber production was influenced by total plantation area and total manpower.
Result of the computation using farming income formulation suggesting that net income of the plantation per hectare was Rp 2.121.498,5 per month or it can be said that in a year the net income was Rp 25.457.981,7 per hectare. Whereas the total income gained by every member family of the plantation was Rp 546.663 per month and in a year their average income was Rp 6.583.960 per hectare.
Kata Kunci : farming income, production, productivity, multiple regression, produksi, produktivitas, regresi berganda