Laporkan Masalah

Kultur Kantor Akuntan dan Kreativitas Akuntan

Budiyanti, Harti (Adv :Dr. Bambang Sudibyo, MBA.), Dr. Bambang Sudibyo, MBA

1998 | Tesis | S2 Accounting

Penelitian ini merupakan penelitian lintas bidang antara akuntansi dengan psikologi.Dengan menggunakan tipologi kultur Wallach (1983), penelitian ini membedakan kultur Kantor Akuntan Publik (KAP) dalam 3 kelompok, yaitu kultur birokratis, kultur inovatif dan kultur suportif. Tujuan penelitian ini menguji 3 hal, pertama mengetahui dominasi kultur pada level hirarkis KAP (partner/manager, supervisor dan stat) dan pada unit kerjanya (pengauditan, Jasa Konsultasi Managemen (JKM) dan perpajakan). Tujuan kedua, menguji tingkat kreativitas akuntan pada level hirarkis dan unit kerjanya. Ketiga, menganalisa hubungan antara kultur dengan kreativitas dan variabel-variabel penelitian lainnya. Responden penelitian adalah mereka yang bekerja pada KAP dan berasal dari ketiga unit kerja dan ketiga level hirarkis organisasi. Dari 120 surat ijin penelitian yang dikirimkan kepada pimpinan KAP di wilayah DKI Jakarta, 15 KAP menyatakan bersedia dan diperoleh 92 responden. Distribusi responden meliputi 13 berasal dari pengauditan, 17 berasal dari JKM dan sisanya dari perpajakan. 23 dari 92 responden adalah partner/manager, 22 adalah supervisor dan sisanya 47 adalah staf.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, observasi dan wawancara dengan responden. Kuesioner terdiri dari 2 set daftar pertanyaan, salah satunya adalah uji kreativitas verbal yang digunakan untuk mengukur tingkat kreativitas responden. Observasi dilakukan dalam waktu 75 menit.

Hasil penelitian ini menunjukkan pluralitas kultur dalam organisasi baik berdasarkan unit kerja maupun level hirarkis organisasi. Kultur birokratis ditemukan pada unit kerja pengauditan, level staf, pada responden laki-laki dan pada partisipan yunior. Tidak ditemukan adanya kultur inovatif baik berdasarkan unit kerja maupun level hirarkis. Kultur suportif ditemukan pada partisipan level supervisor dan pada partisipan laki-laki.Kreativitas akuntan berada pada rentang rata-rata (avarage range) total nilai berkisar antara 91-110. Kreativitas temyata dipengaruhi oleh unit kerja dalam organisasi. Tingkat kreativitas partisipan JKM lebih tinggi terutama untuk kemampuan idesional dan fleksibilitas gagasan yang unik dan tidak lazim dibanding dua unit kerja lainnya. Penelitian ini juga memberikan bukti empiris terhadap konsep kesesuaian kultur dengan karakteristik individu. Mereka yang tergabung dalam unit kerja JKM memiliki tingkat kreativitas yang lebih tinggi, berada dalam kultur inovatif akan memiliki komitmen dan kepuasan kerja yang tinggi pula. Selain itu, konsisten dengan penelitian tentang kepuasan kerja, penelitian ini mendukung hipotesa bahwa kepuasan kerja berbanding terbalik dengan kemungkinan pindah kerja. Implikasi, keterbatasan dan penelitian lanjutan dibicarakan pada bagian akhir laporan ini.

This is a multidicipline research in the area of accounting and psychology. Using Wallach (1983) typology of culture, this research devide Public Accounting Firm (PA Firm) culture into three groups, bureaucratic, inovative and supportive culture. The objective of this study is to investigate three things. First, investigate predominate culture at different hirarchical level (partner/manager, supervisor and staff 'Uember) in different functional service area (auditing, Management Account;•1g Service (MAS) and also Taxation). Second, it examines degree of creativity among accountant in these different hirarchical level and service areas. Third, it analyses the relationship among culture and creativity and other job related variables.Responden of the present study are those who work in PA Firms and come from both of 3 organizational positions and also functional service areas. 120 letter requesting research permission were sent to 120 CPA Firms in Jakarta. 15 Finn have a positive respons. 92 respondens, participated in this study. 53 of them working in auditing area, 17 in MAS area and the rest in Taxation service area. Of the 92, 23 were partner/managers, 22 were supervisors the other 47 were staff members.

Data for this study were obtained from a questionaire, observation and interview for about 75 seconds. This questionaire consist of 2 sets list of questions, one of these is Baterai Creativity Test developed by Munandar (1977).Result of this research show a plurality of culture in orgnization, both vertically and also horizontally. Bureaucratic culture was founded in auditing area (as expected), and staff member. This kind of culture also found on men and yunior group of accountant. There is no different mean score on innovative culture. Men and supervisor level ofhirarchies are more supportive than others.

The creativity scores fall into avarage range (Munandar, 1977) which is 91- 110 point. Creativity have a positive correlation with organizational culture. Mean score of creativity of MAS area is hinger than auditing and taxation areas. MAS participant has idesional fluency and flexibility ability hinger than those auditing & taxation members.This study provides an empirical evidence on cultural match concept. Individuals with high degree of creativity, work on an innovative culture, experience high job satisfaction and commitment and exhibit less propensity to leave the organization than those with lower levels of creativity. Consistent with job satisfaction studies, job satisfaction negatively correlated with propensity to leave. Impliction, limitation of this research and further research are discussed as well.

Kata Kunci : Kultur kantor akuntan, Kreativitas akuntan, Kepuasan kerja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.