Analisis Pengaruh Perubahan Deviden per Lembar, Rasio Profitabilitas dan Tingkat Bunga Bebas Resiko terhadap Pajak Penghasilan atas Penjualan Saham di Bursa Efek
Budiyanta, Prof. Dr. Jogiyanto, M.B.A.
2008 | Tesis | S2 Magister Accountancy
Peranan pajak dalam APBN semakin penting dengan kontribusi lebih dari 70%. Oleh karena itu upaya untuk meningkatkan penerimaan pajak perlu terus dilakukan dengan mendorong pertumbuhan obyek pajak. Salah satu obyek pengenaan pajak yang tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir adalah transaksi perdagangan saham di bursa efek yang dikenakan Pajak Penghasilan (PPh saham) sebesar 0,1% dari nilai perdagangan. Pemerintah dapat mendorong pertumbuhan transaksi perdagangan saham di bursa efek dengan pemberian
insentif dan regulasi perpajakan yang tepat. Untuk itu perlu diteliti faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya nilai perdagangan saham. Naik turunnya pembayaran deviden dan kinerja keuangan emiten yang direpresentasikan oleh laba diduga mempengaruhi nilai transaksi perdagangan saham emiten tersebut. Pembayaran deviden yang meningkat seharusnya merupakan sinyal positif bagi pasar sehingga perdagangan saham meningkat baik karena naiknya harga
saham maupun volume perdagangan saham. Laba yang meningkat juga merupakan sinyal positif bagi pasar karena hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan telah dikelola secara baik sesuai dengan tujuan perusahaan yaitu maksimisasi nilai. Peningkatan nilai perdagangan saham akan meningkatkan pula penerimaan PPh saham. Pembagian deviden di Indonesia bukan diputuskan oleh manajemen namun
diputuskan oleh RUPS sehingga peningkatan atau penurunan deviden tidak dapat dianggap sebagai sinyal baik atau buruk bagi pasar dan oleh karena itu perubahan pembayaran deviden tidak mempengaruhi penerimaan PPh saham. Pengumuman laba
tahunan tidak membawa informasi yang baru bagi investor karena laba emiten telah diketahui dan selalu diikuti perkembangannya melalui publikasi laporan keuangan kwartalan/interim. Oleh karena itu pengumuman naik turunnya laba tahunan tidak mempengaruhi nilai perdagangan saham dan PPh saham secara signifikan. Tingkat suku bunga sebagai indikator ekonomi makro mempengaruhi perdagangan saham di bursa efek. Tingkat bunga yang meningkat mengindikasikan
lesunya perekonomian karena inflasi yang tinggi. Dalam kondisi demikian investor cenderung menghindari risiko investasi yang tinggi dan mengalihkan investasinya ke
dalam bentuk simpanan yang resikonya lebih kecil. Akibatnya nilai perdagangan saham di bursa efek menjadi turun dan penerimaan PPh saham juga menurun. Kebijakan pemerintah berupa insentif perpajakan yang mendorong pembayaran
deviden atau peningkatan laba emiten tidak akan meningkatkan penerimaan PPh saham. Sedangkan penurunan tingkat suku bunga akan meningkatkan penerimaan PPh saham.
Kata kunci : PPh Saham, Deviden Per Lembar, Rasio Profitabilitas, Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko.
The role of tax in APBN becomes more important with the contributions of more than 70%. Therefore, government's effort to increase tax income is necessary to be
done continuously by increasing the growth of tax object. One of the tax object growing rapidly in recent years is stock trading transactions in stock exchange which is charged by income tax (PPh saham) 0,1% from trade value.
The government can increase the growth of stock trading transactions in stock exchange by distributing incentive and proper tax regulations. Therefore, the factors
influencing stock trading value are needed to be researched. Fluctuations of dividend payment and company's financial performance which is represented by profit will affect company's stock trading value. The increasing of dividend payment should have been as a positive signal for market and will increase stock trading because of the increasing in stock prices or the volume of stock trading. The increasing profit will be also as a positive signal for market, because it shows that the company has been managed properly along with company's goal which is called as value maximization. The increasing of stock trading value will increase the income of PPh saham. Dividend distributions in Indonesia are not management decisions but decided
by RUPS. Therefore, the increasing or decreasing of dividend is not as a good or a bad signal for market. However, the change of dividend payment will not influence income of PPh saham. Annually profit announcement will not give all the new information for investors because company's profit has been known before and the development is followed by quarterly financial statement publications. Therefore, the information of annually profit fluctuations will not influence stock trading value and PPh saham
significantly. Interest rate as macro economic indicator will influence stock trading in stock exchange. The increasing of interest rate indicates the weakness of economic because of the high inflations. In such conditions, investors tend to avoid high risk investment and will move their investment to another type investment which have lower risk. Finally, stock trading value in stock exchange will be lower and the income of PPh saham will also decrease. Tax incentive that encourages dividend payment or the increasing of company's profit will not increase income of PPh saham, while decreasing of interest rate will increase income of PPh saham. Key word : PPh saham, Deviden Per Share, Profitability Risk, Risk Free Interest Rate.
Kata Kunci : PPh Saham, Deviden Per Lembar, Rasio Profitabilitas, Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko