Pengaruh Etika dan Reputasi moral pada keputusan manajer dalam proses evaluasi proyek
Braniman, ES (Adv. Dr. Slamet Sugiri, MBA), Dr. Slamet Sugiri, MBA
Penelitian dalam kerangka teori keagenan telah menunjukkan bahwa asimetri informasi dan incentive to shirk (kondisi adverse selection) merupakan faktor-faktor yang mendorong manajer untuk melanjutkan komitmen pada proyek yang tidak menguntungkan (eskalasi). Walaupun demikian, penelitian tersebut masih belum menjelaskan mengapa tetap ada manajer yang menghentikan proyek yang tidak menguntungkan (tidak berperilaku self-interest) walaupun mereka mengalami kondisi adverse selection. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah perhatian pada etika dan reputasi moral merupakan faktor penghambat perilaku self-interest manajer dalam kondisi adanya adverse selection.
Dengan menggunakan 4 kelompok eksperimen (2x2 faktorial) dan beberapa pertanyaan tambahan (exit question), penelitian ini menguji apakah manajer yang memiliki perhatian yang lebih tinggi pada etika dan reputasi moral akan mempunyai keeenderungan yang lebih keeil untuk melanjutkan proyek yang tidak menguntungkan. Eksperimen dilaksanakan dengan melibatkan 120 partisipan yang terdiri dari 63 orang mahasiswa strata satu di bidang akuntansi dan 57 orang mahasiswa paseasarjana di bidang akuntansi dan manajemen keuangan.
Hasil analisa dengan menggunakan two-way ANOV A dan korelasi Pearson menunjukkan bahwa perhatian pada etika dan reputasi moral merupakan faktor penghambat yang efektif terhadap perilaku self-interest manajer dalam kondisi adverse selection. Semakin tinggi perhatian manajer terhadap etika dan reputasi moral, semakin rendah keeenderungan mereka untuk melanjutkan proyek yang tidak menguntungkan. Sebaliknya, semakin rendah perhatian manajer pada etika dan reputasi moral, menjadi semakin tinggi keeenderungan mereka untuk melanjutkan proyek yang tidak menguntungkan (berperilaku self-interest). Selain itu ditemukan pula bahwa perhatian pada etika merupakan faktor penghambat yang berasal dari dalam diri manajer sedangkan perhatian pada reputasi moral merupakan faktor penghambat yang berasal dari dari luar diri manajer, yaitu dari tingkat asimetri informasi yang dialami manajer tersebut.
Prior studies in agency theory framing described that information asymmetry and incentive to shirk have a positive effect on manager's decision to continue unprofitable project. Nevertheless, those studies were not explaining why there are still managers who discontinue unprofitable project although they experience adverse selection condition. The purpose of this study is to examine whether ethical and moral reputation concern have a negative effect on manager self interest behavior in adverse selection condition.
Using 4 experimental group (2x2 factorial) and some additional questions (exit question), this study examine whether manager with greater concern on ethical and moral reputation has smaller tendency to continue unprofitable project. The experiment are executed with 120 participants consisted of 63 students from undergraduate program majoring accounting and 57 students from postgraduate program majoring accounting and financial management.
The result of two-way ANOV A and Pearson correlation statistical analysis provide a support to our hypothesis. Greater the concern on ethical and moral reputation is, smaller the tendency to continue unprofitable project. This study also explains that ethical concern is an inside factor of the manager, where as moral reputation concern is an outside factor of the manager that come from level of information asymmetry between manager and his principle.
Kata Kunci : Perhatian pada etika, perhatian pada reputasi moral, self-interest, adverse selection, Ethical concern, moral reputation concern, adverse selection, self¬interest.