Laporkan Masalah

Analisis williningness to pay untuk menghindari penyakit pernafasan akibat polusi udara: studi kasus masyarakat aglomerasi perkotaan Yogyakarta tahun 2009 dengan pendekatan model logit

BRAMANTYO, MUHAMMAD HILMY , Ardyanto Fitrady, SE.,M.Si

2010 | Skripsi | S1 Economics

Pertumbuhan ekonomi seuatu daerah menimbulkan dua sisi mata koin, sisi pertama adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan sisi lainnya adalah rusaknya lingkungan. Pertumbuhan ekonomi yang mengabaikan lingkungan akan membahayakan bagi masyarakat itu sendiri. Pertumbuhan kendaraan pribadi dan buruknya kualitas emisi kendaraan umum seperti bus di Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta (APY) memicu penyakit pernapasan. Hampir 50% kasus penyakit pernapasan tercatat di klinik maupun rumah sakit. Penelitian ini ingin mengungkapkan faktor apa saja yang mempengaruhi willingness to pay untuk menghindari penyakit pernapasan. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil yang unik, ternyata variabel pendidikan tidak mempengaruhi keputusan seseorang untuk menghindari penyakit pernapasan. Hal ini mengindikasikan bahwa sistem pendidikan terutama di APY belum menyentuh pentingnya pendidikan lingkungan. Hasil lain dari penelitian ini adalah sejumlah uang yang bersedia dibayarkan oleh penduduk APY untuk menghindari penyakit pernapasan sebesar Rp1.000-Rp10.000

Economic growth of region cause two side of coin, first side is increasing in citizens welfare and +the other side is environments detriment. The development of economic which ignore environment will be harmful for citizens themselves. Growth of private transportation and poor quality emission of public transport such as bus in City Agglomeration of Yogyakarta triggering the case of respiration disease. Almost 50% more case of breath disease recorded in public hospital. This research wants to find what factors affect willingness to pay to avoid respiration disease. The result showed a unique thing, variable of education is not affect peoples decision to avoid respiration disease. This indicate that education system especially in City Agglomeration of Yogyakarta is not touch the essential of health and environment awareness. Another result from this research is amount of money that citizien will pay to avoid respiration disease is about Rp1.000-Rp10.000.

Kata Kunci : Polusi udara, willingness to pay, penyakit pernapasan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.