Laporkan Masalah

Hubungan manajemen laba (earning management) dengan kinerja operasi dan return saham disekitar IPO (studi empiris atas perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia)

BERLIANDALDO, MAHARDHIKA , Dr. Hardo Basuki, M.Soc,Sc,Ak

2009 | Skripsi | S1 Extention - Accounting

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris tentang tiga hal sebagai berikut, yaitu: adanya perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana melakukan manajemen laba disekitar IPO, adanya pengaruh manajemen laba disekitar penawaran saham perdana dengan kinerja operasi perusahaan, dan adanya hubungan manajemen laba sebelum penawaran saham perdana dengan return saham perusahaan setelah penawaran saham perdana.

Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder yang diambil dari laporan keuangan tahunan perusahaan berupa nilai rata-rata dari tahun 1994-2008. Melalui teknik purposive sampling, diperoleh 39 perusahaan di Bursa Efek Indonesia yang melakukan IPO (issuers) antara tahun 1997-2005. Manajemen laba direfleksikan melalui discretionary accrual, sedangkan untuk kinerja operasi dan return saham masing-masing menggunakan return on asset dan cumulative abnormal return.

Hasil penelitian memberikan beberapa kesimpulan sebagai berikut: penelitian ini berhasil menemukan manajemen laba disekitar IPO, yaitu pada perioda 1 tahun sebelum IPO dan pada saat IPO, hal ini menunjukan bahwa sebelum IPO atau pada saat IPO terdapat asimetri informasi yang tinggi antara investor dengan manajemen perusahaan, dimana asimentri informasi yang tinggi pada saat IPO memungkinkan perusahaan melakukan manajemen laba dengan cara meningkatkan laba untuk mendapatkan reaksi pasar yang positif, peneliti juga menemukan kinerja operasi setelah IPO rendah, hal ini dibuktikan pada perioda saat IPO, perioda 1 dan 2 tahun setelah IPO memiliki perubahan ROA yang bernilai negative, dimana hasil ini menunjukan secara signifikansi bahwa pada saat IPO dan periode setelah IPO terjadi penurunan ROA (penurunan kinerja operasi) akan tetapi dalam penelitian ini peneliti tidak berhasil menemukan hubungan discretionary accrual dengan ∆ROA, dan (3) bahwa return saham tiga tahun setelah IPO rendah, namun hasil ini tidak terbukti secara signifikan, sedangkan hasil regresi menunjukan bahwa manajemen laba periode t-2 sebelum IPO berhubungan negatif dengan return saham dan kembali ditemukan hasil yang tidak terbukti secara signifikan. Hal ini berarti bahwa manajemen laba yang tinggi menyebabkan return saham rendah.

The purpose of this research is to find empiric evidence about three things as follows, which are: indication about some IPO firms that do earnings management at surrounding IPO, indication about the influence of earnings management at surrounding IPO with firm's operation performance, and indication about the relationships between earnings management before IPO with stock return after IPO.

This research used secondary data taken from corporate annual financial statement as average values of year 1994-2008. By using tech purposive sampling, there are 39 firms at Indonesian Stock Exchange doing IPO (issuers) among year 1997-2005. Earnings management is reflected through discretionary accrual, meanwhile for operating performance and stock return each utilizes return on asset and cumulative abnormal return.

The result of this observation has given several conclusions, as follows: this research successfully finds earnings management at surrounding IPO, which are on the first year before IPO and at the moment of IPO, it shows that before IPO or at the moment of IPO there is a high information asymmetry among investor with corporate management, where the high information asymmetry at the moment of IPO enables firm to do earnings management by increasing income to get positive market reaction, researcher also finds operation performances after IPO is low, it is proven at the moment of IPO, and the first and the second year after IPO has a changed ROA that is negative valued, where the result explains significantly about the decreasing of ROA (decreasing of operating performance) on the moment of IPO and after IPO period, but researcher couldn't find the relationship between discretionary accrual with ROA, and (3) that stock return in three years after IPO is low, but this result is unproved significantly, meanwhile the result of regression shows that earnings management in period t-2 before IPO has negative relationships with stock return, and the result is unproved significantly again. It means that a high earnings management causes a low stock return.

Kata Kunci : manajemen laba, kinerja operasi, dan return saham.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.