Beberapa Anteseden Kesuksesan Kerjasama Tim Lintas Fungsi Dalam Manajemen Proyek : Studi Kasus Proyek-Proyek Dinas Kesehatan di Propinsi Jawa Timur
Benediktus Elnath Aldi (Pemb : Dr. Hargo Utomo, MBA), Dr. Hargo Utomo, MBA
Penelitian ini berusaha untuk mengetahui 6 anteseden (superordinate goals,
aturan dan prosedur organisasi, kedekatan fisik, accessibility, knowledge sharing
dan pemilihan anggota) yang mempengaruhi kerjasama tim lintas fungsi. Dengan
menggunakan analisis regresi hirarkis, hasil yang didapat adalah superordinate
goals dan kedekatan fisik mempunyai pengaruh positif terhadap kerjasama tim
lintas fungsi, kerjasama tim lintas fungsi mampu memediasi anteseden dan
outcome proyek, dan kerjasama tim lintas fungsi berpengaruh positif terhadap
outcome proyek.
Penelitian ini menggunakan pendekatan eksploratori. Kerangka sampel
penelitian ini adalah proyek-proyek yang terdapat di Dinas Kesehatan Propinsi
Jawa Timur, Dinas Kesehatan di wilayah Kotamadya Surabaya, Kabupaten
Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kotamadya Malang dan Kabupaten Malang. Jumlah
proyek dalam kerangka sampel adalah 60 proyek, yang terlibat dalam penelitian
ini sebanyak 44 proyek. Sedangkan responden penelitian adalah pimpinan
proyek, bendahara dan staf tim pelaksana proyek. Pemilihan sampel menggunakan
nonprobahilistic sampling dengan metoda purposive sampling berdasarkan
pertimbangan. Proyek-proyek yang menjadi sampel adalah proyek-proyek yang
sedang berlangsung dalam tahun anggaran 2002, dan proyek-proyek yang belum
mengalami Perubahan Anggaran Keuangan.
Penelitian ini menyajikan 2 simpulan yaitu simpulan umum dan simpulan
khusus. Simpulan umum menjelaskan basil penelitian berdasarkan basil olahan
statistik, sedangkan simpulan khusus menjelaskan hasil penelitian berdasarkan
wawancara mendalam dan berbagai fenomena yang ditemukan peneliti. Penelitian
ini juga memberikan arahan untuk penelitian lanjutan dan dampak bagi dinas
kesehatan.
This study examined the influence of a set six antecedent (Superordinate
goals, organization rules and procedures, physical proximity, accessibility, knowledge
sharing, and selecting members) on the attainment of cross functional team
cooperation. 'Through the use of hierarchical regression, the result indicated that
superordinate goals and physical proximity have positive significant effects on
cross functional team cooperation. Further, cross functional team cooperation was
significant predictor of project outcome, and it can mediate antecedents and
project outcome.
Exploratory approach was used in this research. A sample frame of projects
was chosen from 6 six health department in East Java (Kotamadya Surabaya,
Kotamadya Malang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaen Gresik, Kabupaten Malang
and East Java Province). Two criteria:" were used to develop a relatively
homogeneous sample. First, all projects are made in 2002, and the second, all
projects have not changed their budget. Applying these two sample selection
criteria yielded a starting sample of 44 projects. Eigthy-eight respondents
involved in this study.
Two conclusions (General conclusion and special conclusion) were made in
this study. General conclusion explains the research from statistical result. Special
conclusion describes the research based on in depth interviewing among
respondents and and several phenomenon which have captured by researcher. This
study also provided directions for future research and the impact for health
department
Kata Kunci : Project Management, Cross functional team cooperation, Project outcome,