Laporkan Masalah

Analisis hubungan basis kekuasaan supervisor terpersepsi dan stres kerja bawahan dengan locus of control dan self esteem sebagai variabel pemoderasi: studi pada hotel Inna Garuda Yogyakarta

Basuki, Imam (pembimbing: Drs. Gugup Kismono, MBA), Drs. Gugup Kismono, MBA

2005 | Skripsi | S1 Management

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan basis kekuasaan supervisor terpersepsi yang terdiri dari kekuasaan penghargaan (reward power), kekuasaan paksaan (coercive power), kekuasaan legitimasi (legitimate power), kekuasaan referensi (referent power), dan kekuasaan keahlian, (expert power) dengan stress kerja bawahan dan pengaruh moderasi variabel-variabel karakteristik bawahan (locus of control dan self-esteem) pada hubungan tersebut. Responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah para karyawan basic level Hotel Inna Garuda Yogyakarta. Kuesioner yang didistribusikan sebanyak 100 (seratus) bendel, dari jumlah tersebut, kuesioner yang dikembalikan sebanyak 98 bende!. Setelah dilakukan verifikasi kelengkapan dalam mengisi data, maka terdapat 96 kuesioner yang layak untuk dianalisis lebih lanjut.



Metode analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa basis kekuasaan paksaan supervisor (positional power) berhubungan positif dan signifikan dengan stres kerja bawahan, sedangkan basis kekuasaan keahlian supervisor (personal power) berhubungan negatif dengan stres kerja bawahan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel-variabel karakteristik bawahan, locus of control dan self-esteem, secara signifikan memoderasi hubungan antara basis kekuasaan supervisor terpersepsi dengan stres kerja bawahan.



Bagi para supervisor, hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dalam mempergunakan basis kekuasaan yang dimilikinya. Para supervisor dapat menentukan basis kekuasaan mana yang tidak menimbulkan stres kerja bagi bawahannya. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa sebaiknya para supervisor menggunakan basis kekuasaan keahlian daripada basis kekuasaan paksaan dalam mempengaruhi bawahan. Para supervisor sebaiknya juga mempertimbangkan faktor karakteristik bawahan (locus of control dan self-esteem) ketika mempengaruhi dan menggerakkan bawahannya. Misalnya bawahan yang mempunyai karakteristik internal locus of control cenderung membutuhkan control kerja yang lebih longgar daripada bawahan dengan external locus of control.

Kata Kunci : Basis kekuasaan supervisor terpersepsi, Self-esteem, Locus of control, dan Stres kerja bawahan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.