Analisis kebijakan penghalusan (smoothing) tingkat suku bunga Indonesia 1983.1-2004.4
Baroroh, Utami, Prof. Dr. Nopirin, MA
ANALISIS KEBIJAKAN PENGHALUSAN (SMOOTHING) TINGKAT SUKU BUNGA INDONESIA 1983.1-2004.4
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan model smoothing tingkat suku bunga untuk diterapkan di Indonesia, dan melakukan analisis pola dampak dinamis yang diterima suku bunga akibat guncangan pada inflasi dan output gap.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kwartalan tahun 1983.] - 2004.4. Adapun variabel-variabel yang digunakan adalah suku bunga SBI, inflasi (IHK) dan output gap (deviasi output aktual terhadap output potensial). Alat analisis yang digunakan adalah model pendekatan ke depan, uji keunggulan model, dan VE(2M.
Hasil estimasi empirik dengan menggunakan alat analisis diatas adalah: ( 1) model penghalusan tingkat suku bunga di Indonesia layak digunakan karena variable inflasi, output gap dan suku bunga periode sebeJumnya berpengaruh secara signifikan terhadap suku bunga. (2) Hasil estimasi uji JM menunjukkan model penghalusan memiliki kemampuan yang lebili baik daJam menjelaskan pengaruh inflasi dan output gap dibandingkan model Taylor rule. (3) Hasil anaJisis pendekatan ke depan dari perilaku suku bunga cenderung didasarkan pada ekspektasi pelaku ekonomi yang bersifat rasional. (4) Berdasarkan hasil impulse response menunjukkan adanya syok pada inflasi dan output gap membawa respon yang positif terhadap suku bunga.
Kata Kunci: kebijakan penghalusan suku bunga, model pendekatan ke depan, uji JM, VECM.
ANALYSIS OF INTEREST RATE SMOOTHING POLICY IN INDONESIA 1983.1 - 2004.4
The objectives of this study are to examine feasibility of interest rate smoothing policy in Indonesia and to observe interest rate response because shock/innovation of inflation and output gap.
The data sample used in this study are quarterly time series data from 1983.1 - 2004.4. Those data are SBI interest rate, inflation (CPI) and output gap. A method of analysis in this study are forward looking model, model encompassing test (JM test) and Vector Error Correction Model (VECM).
The empirical results shows that interest rate smoothing is beneficial to conduct monetary policy because inflation and output gap has significant effect on interest rate. This is indicated that the interest rate smoothing is valid. The estimation result of JM test shows that interest rate smoothing is superior to taylor rule in explaining effect of i,hflation and output gap. The specification of forward looking buffer stock model informed that the economic agent have fully forward looking expectation behaviour. The result of impulse response show that the effect of inflation and output gap shock to interest rate is positif.
Kata Kunci : kebijakan penghalusan suku bunga, model pendekatan ke depan, uji JM, VECM.