Laporkan Masalah

Asosiasi Antara Ukuran Performa Akuntansi dan Return Saham : Suatu Pengujian Terhadap Hipotesis Siklus Kehidupan Perusahaan

Bambang Suprasto (Pemb : Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA), Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA

2003 | Tesis | S2 Accounting

Penelitian ini menginvestigasi implikasi teori siklus kehidupan perusahaan untuk respon pasar modal terhadap ukuran kinerja akuntansi. Penelitian ini dimotivasi oleh penelitian Anthony dan Ramesh (1992) dan sedikitnya penelitian bidang akuntansi dan keuangan yang dikaitkan dengan siklus kehidupan perusahaan. Penelitian bidang akuntansi yang dikaitkan dengan teori siklus kehidupan perusahaan di Indonesia dilakukan oleh Atmini (2002) yang mengacu pada penelitian Black (1998) yang membahas asosiasi incremental value-relevance informasi laba dan arus kas sedang penelitian ini membahas asosiasi siktus kehidupan perusahaan dengan kinerja akuntansi (kenaikan earnings, pertumbuhan penjualan, dan tambahan pengeluaran modal) yang mengacu pada penelitian Anthony dan Ramesh tahun 1992.

Pengelompokan perusahaan ke dalam berbagai kelompok siklus kehidupan perusahaan dalam penelitian ini dengan menggunakan ratio pembayaran dividen, ratio pengeluaran modal, dan pertumbuhan penjualan. Penelitian ini menggunakan cumulative abnormal return (CAR) dari model pasar sebagai variabel dependen dan tiga ukuran perfonna akuntansi yakni unexpected earnings, unexpected capital expenditure, unexpected sales growth sebagai variabel independen. Penelitian ini dilakukan terhadap kelompok sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dengan tahun pengamatan 1998 sampai tahun 2001.

Simpulan penelitian ini mengindikasikan adanya peranan yang berbeda dari ukuran performa akuntansi disepanjang tahapan siklus kehidupan perusahaan. Hasil¬-hasil pengujian juga menegaskan peranan non earnings dalam menjelaskan return saham. Simpulan ini mengarahkan pemakai laporan keuangan agar lebih memahami tahapan siklus kehidupan perusahaan sehingga memungkinkan memanfaatkan informasi keuangan/performa akuntansi secara optimal dalam membuat keputusan.

This research investigates the implication of life cycle theory for responses of capital market to accounting-based performance measures. Motivation for this research comes from a study conducted by Anthony and Ramesh in 1992, and the lack of research in accounting and finance that are related to the company life cycle theory. In Indonesia, accounting research on life cycle theory had been carried out by Atmini (2002) who referred to the study of Black (1998) discussing association between incremental value-relevance of earnings with cash flow information, while this research discusses association of company's life cycle with accounting-based performance (increase in earnings, sales growth, and additional capital expenditures) and refers the study of Anthony and Ramesh (1992).

In this research, companies are classified into various life cycle grouping based on dividend pay-out ratio, capital expenditures ratio, and sales growth. The dependent variable is cumulative abnormal return (CAR) of market model, and independent variables include three accounting-based performance measures, i.e. unexpected earnings, unexpected capital expenditure, and unexpected sales growth. Manufacturing companies listed on the Jakarta Stock Exchange are taken as the sample research, with observation periods from 1998 until 2001.

The conclusion indicates that the role of accounting-based performance measures differ through the company's life cycle stages. Results also emphasize the role of non-earning information in explaining stock return. This conclusion directs users of financial statement to gain more understanding about the company's life cycle stages to optimally utilize financial information/accounting-based performance in decision making.

Kata Kunci : Akuntansi, Saham, Return Saham, Perusahaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.