Laporkan Masalah

ANALISIS BIAYA KUALITAS STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN PENYAMAKAN KULIT PT. ''X'' DI YOGYAKARTA

BAILAO, YOHANA MARSELINA (Adv.Drs. Rusdi Akbar, MSc), Drs. Rusdi Akbar, MSc

2015 | Skripsi | S1 Extention - Accounting

Dalam era globalisasi, persaingan bisnis semakin ketat dan tingkat ketidakpastian bisnis semakin tinggi. Untuk dapat memenangkan peluang pasar yang begitu sulit, perusahaan harus mampu menghasilkan produk yang bukan saja terbaik, tapi juga mengacu pada standar yang telah ditetapkan di negara sasaran dengan harga jual yang kompetitif. Komponen penting dalam menetapkan strategi kualitas adalah biaya kualitas yang merupakan indikator untuk mengetahui

apakah program peningkatan kualitas yang dilaksanakan oleh perusahaan sudah efektif atau belum. Biaya kualitas dikategorikan menjadi 4 jenis yaitu : Biaya Pencegahan, Biaya Penilaian, Biaya Kegagalan Intern, dan Biaya Kegagalan Ekstern. Di antara keempat biaya kualitas itu, yang paling merugikan perusahaan adalah biaya

kegagalan ekstern karena mempunyai efek yang buruk bagi perusahaan dalam jangka panjang. Produk yang berkualitas rendah yang diterima customer biasanya akan melekat dalam ingatan customer dalam waktu yang lama dan yang lebih

buruk lagi yaitu adanya kecenderungan bahwa informasi tentang kualitas produk yang buruk lebih luas dan cepat menyebar dari pada kualitas produk yang lebih baik, sehingga perusahaan akan kesulitan jika mengeluarkan produk baru yang berbeda dari produk tersebut.Hal ini terjadi karena customer tidak hanya kehilangan kepercayaan terhadap kualitas produk lama melainkan terhadap keseluruhan sistem kualitas perusahaan. Berdasarkan data yang diperoleh dan dianalisis, dapat ditarik dua

kesimpulan yaitu Pertama, dengan menggunakan pedoman bahwa biaya pencegahan dan biaya penilaian atau disebut juga biaya pengendalian yang dikeluarkan harus lebih besar dari biaya kegagalan, disimpulkan bahwa program peningkatan biaya kualitas yang dilakukan oleh perusahaan belum efektif. Kedua, dengan menggunakan standar rasio biaya kualitas total tidal boleh lebih dari 2,5 % terhadap total penjualan, disimpulkan bahwa perusahaan telah berhasil dalam program peningkatan kualitasnya. Dari hasil penelitian disarankan agar perusahaan mulai mengidentifikasi dan mengklasifikasikan elemen-elemen biaya kualitas dalam sebuah laporan khusus karena laporan tersebut sangat membantu manajer dalam mengambil

kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas produk perusahaan.

Kata Kunci : biaya, kualitas, perusahaan, penyamakan kulit, Yogyakarta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.