Analisis Konsumsi Bahan Bakar Minyak Premium di Indonesia 1971-1993
Bachtiar Agus Djaja (Pembimbing): Prof. Dr. Sukanto Reksohadiprodjo M. Com., Prof. dr. Sukanto Reksohadiprodjo M. Com.
INTISARI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh : (1) Harga BBM-Premium, (2) Harga BBM-Super/Premix, (3) Pendapatan per kapita dan (4) Jumlah Kendaraan bermotor terhadap konsumsi BBMPremium di Indonesia selama periode 1971 - 1993. Dari tiga model yang di pergunakan (semua variabel di-logkan terlebih dahulu) yaitu Model Distributed Lag, Partial Adjustment Model (PAM), dan Error Correction Model (ECM) ternyata ECM merupakan model yang terbaik. Karena model ini lobos dari berbagai uji statistik dan ekonometri. Berdasarkan hasil estimasi ECM didapatkan bahwa Pendapatan per kapita masyarakat Indonesia sebagai penyebab utama peningkatan konsumsi Premium, balk itu dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Sedang dalam jangka panjang seluruh variabel juga ikut mempengaruhi konsumsi premium, meskipun pengaruhnya kecil atau sangat kecil. Hal ini sesuai dengan teori yang digunakan (teori permintaan)
Kata kunci : Konsumsi, ECM, jangka pendek dan jangka panjang.
ABSTRACT
This research intends to know effects, (1) the price of premium oil, (2) the price of super/premix oil, (3) income per capita and (4) total vehicle on consumption premium in Indonesia, 1971 - 1993.
Model on this research are Distributed Lag Model, Partial Adjusment Model (PAH), and Error Correction Model (ECM). The ECM is the best model, because this model pass from statistical and econometrical. The research was found income per capita as the main reason for the increase of consumption premium oil in Indonesia, either short and the long run. While in the long run, all variables effect consumption premium, even though the effects as small or very small. This is in according to the demand theory use.
Key word : Consumption, ECM, The Short and The long run.
Kata Kunci : Konsumsi, ECM, jangka pendek dan jangka panjang.