Laporkan Masalah

Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Marjin Laba pada Kelompok Bank Umum Devisa Pemerintah dan Swasta Nasional di Indonesia (1986 - 1990)

Bachruddin. (Adv.: Prof. Dr. Bambang Riyanto), Prof. Dr. Bambang Riyanto

2015 | Tesis | S2 Management

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor

faktor yang mempengaruhi marjin laba pada kelompok Bank Umum Devisa Pemerintah (BUDP) dan kelompok Bank Umum Devisa Swasta Nasional (BUDSN) di Indonesia. Penelitian ini mendasarkan pada data sekunder yang diperoleh dari dua kelompok bank tersebut, yang terdiri atas 6 BUDP dan 10 BUDSN selama periode 1986-1990.

Alat analisis yang dipakai meliputi dua metode. Pertama, analisis uji beda marjin laba rata-rata dari dua kelompok bank. Kedua, analisis regresi untuk setiap kelompok bank. Dalam analisis ini faktor-faktor pinjaman yang diberikan, dana masyarakat dan biaya intermediasi diestimasikan berpengaruh terhadap marjin laba.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja operasional dari BUDP lebih produktif dibanding dengan BUDSN. Hal ini dibuktikan dengan marjin laba rata-rata dari BUDP lebih besar dan berbeda secara berarti dibanding dengan BUDSN. Perbedaan marjin laba ini disebabkan oleh perbedaan kontribusi dari ketiga faktor penentu yang lebih baik pada BUDP dari pada BUDSN. Selanjutnya hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor dominan pada BUDP adalah pinjaman yang diberikan, sementara pada BUDSN adalah dana masyarakat. Temuan ini mencerminkan adanya strategi operasional yang berbeda, di mana BUDP lebih berorientasi pada laba sedangkan BUDSN lebih menekankan pada pertumbuhan pasar dana.

Untuk mencapai marjin laba yang lebih baik maka disarankan agar setiap bank menerapkan strategi operasional yang tepat. Di bidang perkreditan hendaknya memperhatikan asas kehati-hatian, prosedur yang sehat serta menjaga kolektibilitas yang baik. Dalam upaya penghimpunan dana masyarakat perlu peningkatan profesionalisme, lebih transparan dan rasional dalam penawaran produk-produknya. Selain itu pengendalian biaya intermediasi diperlukan melalui rasionalisasi dan mengurangi hasrat ekspansi yang berlebihan.

This research was basically aimed to analyze the factors influencing the profit margin of the State Foreign Exchange Banks (SFEB) and the National Private Foreign Exchange Banks (NPFEB) in Indonesia. The research was based on secondary data collected from the said two group of banks, comprising 6 SFEB and 10 NPFEB during the period of 1986-1990.

The tools of analysis used in the research consisted of two methods. The first was variance test analysis for the average rate of profit margin between the two groups of banks. The second was regression analysis applied for each group of banks. In this model, the variations of the factors i.e. loans, funds and intermediary costs were estimated to influence the variations in profit margin.

The result of the research showed that the operation performance of the SFEB was more productive than the NPFEB during 1986-1990. As an indicator, the average of profit margin of the SFEB was greater and significantly different compared with those the NPFEB. The such difference was caused by the existing differences in contribution of the independent variables, in which the SFEB had the better conditions than the NPFEB. Further, the result indicated that the dominant factor of the SEFB was loans, meanwhile for the NPFEB was funds. This finding reflected a difference in operational strategy implemented by each group of banks. In this case, the SFEB more stressed in achieving the better profit, while the NPFEB more intended in the growing of funds market.

In order to improve the profit margin, it was suggested that each bank would be able to implement the favourable operation policies. In the lending activities, the banks would maintain the collectibility, procedures and prudential banking. At the other hand, the banks would be professional and transparant in collecting of funds. Finally, each bank would controll intermediary costs through rationalization and reducing unproper expansion motives.

Kata Kunci : Laba, Kinerja Bank, Bank Umum, Bank Devisa


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.