Laporkan Masalah

Variabel-variabel yang mempengaruhi pembayaran zakat oleh para Muzakki (studi kasus pengelolaan lembaga keuangan syariah di Kota Yogyakarta)

Azizie NF, Hikayah, Drs. Dumairy, MA

2008 | Skripsi | S1 Economics

Sebagian besar masyarakat Indonesia beragama Islam (85%) hal ini menyiratkan potensi zakat yang sangat tinggi. Penghitungan yang dilakukan oleh Badan Zakat Amal Nasional (bukannya badan amil zakat nasional mba) (BAZNAS) menyebutkan bahwa potensi zakat di Indonesia tercatat sebesar Rp 17,5 Triliun per tahun. Namun, faktanya menunjukkan bahwa pengumpulan zakat yang terdata melalui Lembaga Pengelola Zakat (LPZ) hanyalah sekitar Rp 250 miliar per tahun.

Sedikitnya jumlah zakat yang terkumpul disebabkan oleh beberapa hal, antara lain; ketidaktahuan kewajiban membayar zakat, ketidakpercayaan terhadap LPZ, dan ketidakmauan untuk membayar zakat.

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara variabel-variabel yang mempengaruhi jumlah zakat yang dibayarkan oleh muzakki. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah jumlah pendapatan dan indeks religiusitas. Sedangkan variabel dependennya ada 3 (ada 3 model dalam penelitian ini) keputusan individu apakah membayar zakat atau tidak, keputusan individu apakah membayar zakat melebihi dari apa yang semestinya dibayar atau tidak, selisih jumlah zakat yang dibayarkan para muzakki dengan jumlah zakat yang semestinya dibayar oleh mereka. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi dengan metode least square (LS). Penelitian ini mengambil studi kasus terhadap pengelola Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Kota Yogyakarta.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan bukti bahwa pendapatan dan Indeks Religiusitas masing-masing berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan individu apakah membayar zakat atau tidak, tidak ditemukan bukti bahwa pendapatan dan Indeks Religiusitas masing-masing berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan individu apakah membayar zakat melebihi dari apa yang semestinya dibayar atau tidak, serta tidak ditemukan bukti bahwa pendapatan dan Indeks Religiusitas masing-masing berpengaruh secara signifikan terhadap selisih jumlah zakat yang dibayarkan para muzakki dengan jumlah zakat yang semestinya dibayar oleh mereka. Penelitian ini dapat diperbaiki dengan memperbaiki pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner yang mengukur indeks religiusitas dengan pertanyaan-pertanyaan yang lebih khusus tentang pemahaman individu tentang konsep zakat, dan memperbaiki sampel, dari purposive sampling dengan menggunakan random sampling yaitu orang Islam kebanyakan, bukan hanya pengelola/karyawan lembaga keuangan syariah. Selain itu jumlah sampel perlu ditambah agar estimasi dekat kepada large sample properties.

Majority Indonesian citizen are moslem (85%), this suggests the potential for the zakat that is very high. Calculations made by the National Board of Amil Zakat (BAZNAS) mentioned that the potential for zakat registered in Indonesia 17,5 trillion rupiah per year. But, the fact shows that collecting zakat lists, through the Manage of Zakat Institution ( LPZ ) is only around 250 billion rupiah per year.

At least the amount of the zakat that is collected by several things, among others : ignorance obligation to pay zakat , mistrust to the LPZ , and several of them wouldn't like to pay zakat.

This research aims to see the relationship between the variables that affect the amount of the zakat that was paid by muzakki. The dependent variable in this research is the amount of income and index belief on religion. The dependent variable in this research there are 3 models, that are individual decision whether to pay zakat or not, individual decision whether to pay zakat from the excess of what should be paid or not, and the difference between the amount of zakat that paid the muzakki with the amount of zakat that should be paid by them. Analysis method is used regression analysis method with the least square ( LS ). This research was the case study on the managers of Financial Institutions Sharia ( LKS ) in Yogyakarta.

Results of research shows that found no evidence that income and religiousity index influential each as significant on the individual decision whether to pay zakat or not, found no evidence that income and religiousity index influential each as significant on the individual decision whether to pay zakat from the excess of what which should be paid or not, and found no evidence that income and religiousity index influential each as significant on the difference between the amount of zakat that paid the muzakki with the amount of zakat that should be paid by them. This research can be improved by improving the questions in the questionnaire to measure religiousity index with questions about a more specific understanding of individual of zakat concept, and improve the sample, from purposive sampling using with a random sampling of the Islamic majority, not just the managers or employee Islamic financial institutions. In addition, the number of samples that need to be close to the estimation of large sample properties.

Kata Kunci : zakat, indeks religiusitas, pendapatan, potensi zakat, pengumpulan zakat.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.