REAKSI PASAR MODAL INDONESIA TERHADAP UU NO 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN (STUDI PERISTIWA TERHADAP SAHAM PERBANKAN)
Azima, M. Fauzan (Adv.: Marwan Asri, Prof., M.B.A., Ph.D.), Marwan, Prof., M.B.A., Ph.D.
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis abnormal return pada saham perbankan di pasar modal Indonesia dan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan terhadap kumulatif rata-rata abnormal return saham perbankan sebelum dan setelah peristiwa pengumuman UU No 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penelitian ini mengunakan metode studi peristiwa (event study). Basis data yang digunakan adalah data sekunder return saham harian. Analisis abnormal return dan dan rata-rata abnormal return menggunakan data return saham perbankan dengan rentang waktu t-105 hingga t+5 tanggal peristiwa, yaitu JumÂ’at 21 Oktober 2011.
Hasil dari penelitian ini adalah pasar modal khususnya sektor perbankan bereaksi terhadap pengumuman UU No 21 Tahun 2011 tentang OJK. Hasil uji-t menunjukkan bahwa abnormal return secara signifikan terjadi setelah event date pada t+1 dan t+4. Sementara hasil pengujian menggunakan Paired-Sample T Test untuk abnormal return menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan abnormal return yang signifikan pada hari sebelum dan sesudah pengumuman UU OJK. Namun pada pengujian cumulative average abnormal return (CAAR) kumulatif rata-rata abnormal return dengan metode dan alat uji yang sama didapatkan perbedaan CAAR yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman UU OJK. Hal ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan return yang dialami sektor perbankan setelah peristiwa pengumuman UU OJK dalam jangka pendek adalah konstan dan positif.
This study evaluates the effects of the passage of Financial Authority Act Number 21 of 2011 by analyzing abnormal return of bank firms stocks in Indonesia Stock Exchange. Also, this study aims to know if there is any significant differences of cummulative average abnormal return of bank firms stocks before and after the event occured. This study uses an event study. Database that used is secondary data (daily stock return). The abnormal return and cumulative average abnormal return analysis use the database on period t-105 until t+5 which the event occured on Friday, October 21st 2011.
The evidence suggests that stock market especially banking sector reacted to the final passage of the act. The t-test shows that abnormal return significantly occured after the event date at t+1 dan t+4 while the paired-sample t-test on the abnormal return shows that there is no significant difference on the abnormal return before and after the event date. On the other hand, the examination of cummulative average abnormal return (CAAR), with the same method and axamination tools, shows that, significantly there are differences before and after the event date. These evidence indicate that the return growth of banking sector, in the short term is constantly positive.
Kata Kunci : indutsri perbankan Otoritas Jasa Keuangan, pasar modal, studi peristwa, abnormal return, banking industry, capital market, cummulative average abnormal return, event study, Financial Service Authority.